Sidoarjo Sambut Pilkades Serentak: Bupati Subandi Tekankan Harmoni dan Kedewasaan Berdemokrasi
Sabtu, 25 Apr 2026 14:39 WIB
Kabarmalam.com — Pesta demokrasi di tingkat akar rumput Kabupaten Sidoarjo kini tengah memasuki fase krusial. Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa atau pilkades serentak, Bupati Sidoarjo, Subandi, melayangkan seruan hangat namun tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam keterangannya pada Sabtu (25/4/2026), Subandi menggarisbawahi bahwa perbedaan pilihan adalah bumbu dalam demokrasi desa. Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih, merupakan representasi dari suara rakyat yang harus didukung demi kemajuan desa tersebut. Baginya, esensi sejati dari seorang pimpinan adalah dedikasi mutlak untuk melayani masyarakat, bukan sekadar memenangkan kontestasi.
Komitmen Menjaga Kedamaian Antarpendukung
Bupati Subandi juga menaruh perhatian khusus pada potensi gesekan di tingkat bawah. Ia mengimbau agar para pendukung pasangan calon (paslon) tetap menjaga etika dan kekompakan. Pertengkaran antarpendukung, menurutnya, hanya akan mencederai nilai-nilai demokratis yang telah dibangun selama ini di Kabupaten Sidoarjo.
“Ini adalah momentum bagi kita untuk menunjukkan kedewasaan politik. Jangan sampai ada perpecahan hanya karena beda pilihan. Kita harus tetap satu komitmen untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik,” ujar Subandi penuh harap.
Strategi Pengawasan dan Pendampingan Masif
Guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rel, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah merancang skema pengawasan yang intensif. Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa, Hernita Hadi Lestari, mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan secara masif kepada 80 desa yang akan menyelenggarakan pilkades.
Beberapa langkah strategis yang dijalankan meliputi:
- Pembentukan grup komunikasi intensif antara panitia di 80 desa dengan tim DPMD.
- Pendampingan berkala di setiap tahapan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan teknis.
- Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara sampling ke desa-desa yang memiliki karakteristik atau kasus tertentu.
- Pemberian pembekalan bagi seluruh Calon Kepala Desa (Cakades) yang telah ditetapkan untuk memperkuat komitmen damai.
Hernita menambahkan bahwa tata tertib pelaksanaan dan kampanye diserahkan sepenuhnya kepada panitia di masing-masing desa. Hal ini dilakukan agar aturan yang dibuat dapat selaras dengan kondisi sosial dan budaya lokal di wilayah tersebut.
Mitigasi Konflik dan Pemetaan Kerawanan
Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi sengketa hasil pemilihan, Bupati Subandi juga telah menginstruksikan pembentukan tim khusus penanganan perselisihan. Pemkab Sidoarjo mengedepankan pendekatan musyawarah mufakat yang didukung oleh hasil verifikasi faktual di lapangan sebagai solusi utama jika terjadi ketegangan.
Selain itu, DPMD Sidoarjo telah melakukan pemetaan tingkat kerawanan desa yang terbagi menjadi kategori rendah, sedang, hingga tinggi. Pemetaan ini menjadi landasan bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menentukan strategi pengamanan dan intensitas pengawasan, sehingga pilkades Sidoarjo dapat berakhir dengan sukses tanpa ekses.