Ikuti Kami
kabarmalam.com

Misteri Kawanan Lebah di Tol Bali Mandara Terungkap, Pakar Sebut Fenomena Swarming

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 19 Apr 2026 23:36 WIB
Misteri Kawanan Lebah di Tol Bali Mandara Terungkap, Pakar Sebut Fenomena Swarming

Kabarmalam.com — Sebuah pemandangan tidak biasa baru-baru ini menggegerkan para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, yang melintasi jalur tol Bali Mandara. Sebuah rekaman video yang memperlihatkan ribuan lebah terbang rendah menyeberangi jalan tol di atas laut tersebut memicu rasa khawatir sekaligus tanya di tengah masyarakat.

Menanggapi keresahan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali akhirnya angkat bicara untuk memberikan pencerahan dari sudut pandang sains. Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah sebuah pertanda buruk, melainkan sebuah respons biologis yang lazim terjadi pada serangga sosial seperti lebah.

Mengenal Fenomena Swarming dan Adaptasi Lingkungan

Dalam kajian entomologi, fenomena yang terjadi di atas kawanan lebah tersebut dikenal dengan istilah swarming atau perpindahan koloni secara massal. Ratna memaparkan bahwa lebah adalah makhluk ektoternal, yang artinya regulasi suhu tubuh mereka sangat bergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga  Waspada El Nino 'Godzilla' Mengintai RI: Ancaman Suhu Ekstrem dan Dampak Serius bagi Kesehatan

“Fenomena perpindahan koloni ini memiliki tujuan utama untuk mencari lokasi sarang yang baru. Hal ini biasanya terjadi ketika habitat lama dirasa sudah tidak lagi mendukung keberlangsungan hidup koloni tersebut,” ungkap Ratna. Ia menambahkan bahwa perubahan kondisi lingkungan seperti fluktuasi suhu yang ekstrem, tingkat kelembapan, hingga gangguan dari luar menjadi pemicu utama bagi para lebah untuk bermigrasi secara kolektif.

Pengaruh Musim Pancaroba di Bali

Selain faktor kenyamanan sarang, pertumbuhan jumlah anggota koloni yang terlalu padat juga mendorong mereka untuk mencari ruang baru demi menjaga keseimbangan dinamika ekosistem. Untuk memperkuat analisis ini, pihak BKSDA Bali telah menjalin koordinasi dengan pakar dari Universitas Udayana, Prof. Ni Luh Putu Eswaryanti dari Fakultas MIPA.

Baca Juga  Tensi Memanas di Timur Tengah: Perundingan Damai Buntu, Israel Isyaratkan Serangan Susulan ke Iran

Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, terungkap bahwa kondisi perubahan cuaca yang saat ini sedang berlangsung di Bali memegang peranan krusial. Kombinasi antara musim pancaroba, terik matahari yang menyengat, serta tiupan angin kencang disinyalir menjadi pemicu utama kawanan lebah tersebut terbang melintasi area terbuka seperti tol Bali Mandara menuju tempat yang lebih nyaman atau favorable.

Masyarakat, terutama para pengendara di jalan tol, dihimbau untuk tetap tenang apabila menemui fenomena serupa. Meski terlihat mengintimidasi, kawanan lebah yang tengah melakukan swarming biasanya hanya berfokus pada perjalanan menuju rumah baru mereka dan tidak akan menyerang selama tidak merasa terganggu atau terancam secara langsung. Pemahaman mengenai ekosistem dan perilaku satwa menjadi kunci agar manusia dapat berdampingan secara harmonis dengan alam di tengah dinamika perubahan iklim saat ini.

Baca Juga  Grobogan Terendam: 16 Desa Terdampak Banjir Luapan Sungai, Ribuan Keluarga Siaga
Tentang Penulis
Husnul
Husnul