Ahmad Luthfi Instruksikan Bank Jateng Prioritaskan KUR Demi Hidupkan Ekonomi Kerakyatan
Jumat, 17 Apr 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Memperkuat fondasi ekonomi di tingkat akar rumput kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi secara tegas menginstruksikan Bank Jateng untuk memberikan prioritas penuh pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak utama bagi ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri seminar bertajuk ‘Memperkuat Peran BPD sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah melalui Inovasi Pembiayaan dan Pinjaman Daerah’ yang berlangsung di Hotel Sunan Solo, Kota Surakarta, pada Jumat (17/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa keberadaan bank daerah harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat kecil melalui skema pembiayaan yang terjangkau.
Melawan Jeratan Pinjol dan Rentenir
Menurut Luthfi, penguatan KUR bukan sekadar soal angka pertumbuhan kredit, melainkan benteng pertahanan bagi masyarakat dari ancaman finansial ilegal. Dengan bunga yang rendah dan akses yang dipermudah, masyarakat diharapkan tidak lagi terjebak dalam lingkaran setan pinjaman online (pinjol) maupun praktik rentenir yang mencekik.
“Di Jawa Tengah, saya menekankan agar Bank Jateng memprioritaskan KUR untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan. Kita harus hadir memberikan solusi nyata dengan bunga yang rendah agar masyarakat tidak lagi terjerat pinjol,” ujar Luthfi dengan lugas.
Membangun ‘Super Team’ di Jawa Tengah
Luthfi juga menggarisbawahi bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak boleh hanya terpaku pada fungsi administratif perbankan semata. BPD harus bertransformasi menjadi katalisator investasi dan pilar utama dalam pembiayaan pembangunan daerah. Ia menyadari bahwa keterbatasan fiskal melalui APBD maupun transfer dana pusat menuntut adanya kreativitas dalam mencari sumber pertumbuhan baru.
“Kita bukan ‘superman’ yang bisa menyelesaikan segalanya sendirian. Kita adalah ‘super team’. Karena itu, semua elemen harus kita gandeng untuk membangun wilayah ini secara kolektif,” tambahnya. Ia meyakini bahwa pembangunan yang masif memerlukan dukungan keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, hingga kesiapan tenaga kerja yang mumpuni.
Transformasi dan Peningkatan Kapasitas Bank Jateng
Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widiyatmoko, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat peran strategis bank dalam pembangunan. Ia mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam alokasi pinjaman daerah untuk mendukung akselerasi proyek-proyek strategis.
- Pada tahun 2025, Bank Jateng telah menyalurkan kredit pemerintah daerah sebesar Rp330 miliar.
- Untuk tahun 2026, alokasi tersebut melonjak drastis menjadi Rp1 triliun.
Bambang menambahkan bahwa peran Bank Jateng kini lebih proaktif, tidak hanya sebagai penyalur dana tetapi juga sebagai mitra yang memastikan setiap proyek berjalan tepat waktu melalui pengawasan pembiayaan dan proyeksi arus kas yang akurat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa BPD sudah saatnya ‘naik kelas’. BPD tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat parkir dana pemerintah, melainkan harus aktif menjaga stabilitas likuiditas daerah serta menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi regional.