Misi Perdamaian Gus Kikin: Menjaga Kesucian Haji 2026 dari Bayang-bayang Konflik Global
Rabu, 15 Apr 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah dinamika geopolitik yang kian memanas, seruan untuk menjaga kesucian Tanah Suci menjelang musim haji 2026 mulai menggema kuat dari tanah air. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, secara tegas mengajak komunitas internasional untuk bahu-membahu menjamin keamanan Arab Saudi demi kelancaran ibadah bagi jutaan umat Islam sedunia.
Dalam sebuah pertemuan hangat yang berlangsung di kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah Al Amoudi, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026), Gus Kikin menyampaikan kegelisahannya terkait kondisi global saat ini. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tidak dapat dipisahkan dari stabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia, dan agung bagi umat Islam. Karena pelaksanaannya berada di dua tanah suci di Saudi Arabia, maka sudah menjadi kewajiban semua negara untuk menjadikan kawasan tersebut tetap aman. Jangan sampai ada gangguan sekecil apa pun yang berdampak pada pelaksanaan haji tahun 2026 nanti,” ujar Gus Kikin di hadapan pimpinan MPR RI dan para tokoh lintas agama.
Sorotan Tajam Terhadap Diplomasi Global
Gus Kikin juga memberikan perhatian serius pada kebuntuan diplomasi yang baru-baru ini terjadi dalam perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan. Kegagalan negosiasi tersebut dinilai sebagai sinyal negatif bagi stabilitas kawasan yang bisa memicu ketidakpastian lebih lanjut.
Beliau mendesak agar skema gencatan senjata sementara yang tengah berlangsung antara pihak-pihak bertikai, termasuk keterlibatan Israel, segera ditingkatkan menjadi perdamaian permanen. Upaya mewujudkan perdamaian dunia menurutnya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi demi kemanusiaan.
- Mendesak penghentian kontak senjata secara total dan permanen.
- Mendorong dialog inklusif antara negara-negara berkepentingan di Timur Tengah.
- Memastikan koridor kemanusiaan dan akses ibadah haji tetap terbuka tanpa hambatan geopolitik.
Lebih lanjut, tokoh ulama kharismatik ini mengingatkan bahwa peperangan hanya akan menyisakan kehancuran kolektif. Dampak destruktif dari konflik Timur Tengah tidak hanya melukai sisi kemanusiaan, tetapi juga merambat pada krisis energi dan ekonomi global yang merugikan semua pihak.
“Perang terbukti membawa keburukan bagi peradaban. Kita melihat sendiri bagaimana krisis energi dan kemanusiaan melanda akibat pertikaian yang tak kunjung usai. Kita butuh stabilitas agar fokus umat dalam beribadah dan membangun peradaban tidak terganggu,” pungkas Gus Kikin menutup pernyataannya.