Ikuti Kami
kabarmalam.com

Transparansi Dana Otsus dan Danais: Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Pentingnya Dampak Riil bagi Masyarakat

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 13 Apr 2026 20:35 WIB
Transparansi Dana Otsus dan Danais: Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Pentingnya Dampak Riil bagi Masyarakat

Kabarmalam.com — Aliran dana besar melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) untuk wilayah Papua dan Aceh, serta Dana Keistimewaan (Danais) bagi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini berada di bawah sorotan tajam pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, melayangkan pesan kuat bahwa dana-dana tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen vital yang manfaatnya wajib dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Dalam suasana Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Tito menekankan bahwa aspek pengawasan menjadi kunci utama. Menurutnya, penggunaan dana tersebut harus dikawal ketat oleh semua pihak agar tidak melenceng dari tujuan kesejahteraan. “Jika Dana Otsus benar-benar dialokasikan untuk hal-hal yang sifatnya riil, dampaknya akan sangat luar biasa karena kita bisa melakukan kontrol dan pengawasan secara menyeluruh,” ungkap Tito dalam keterangannya di hadapan para wakil rakyat.

Baca Juga  Gaungkan Keadilan untuk Gajah, Kapolda Riau Pimpin Festival Konservasi Pertama di Indonesia

Memperbaiki Tata Kelola di Papua dan Aceh

Meskipun data makro menunjukkan adanya tren positif pada pertumbuhan ekonomi, penurunan angka pengangguran, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sang Menteri Dalam Negeri menilai masih ada ruang besar untuk perbaikan, terutama pada aspek tata kelola. Implementasi di lapangan sering kali tersendat oleh persoalan birokrasi dan administrasi yang kaku.

Untuk wilayah Papua, Tito mendorong adanya pembenahan pada persyaratan penyaluran agar dana bisa cair lebih cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, untuk wilayah Aceh, fokus utama terletak pada penguatan kewenangan serta kelembagaan lokal. “Titik beratnya ada pada perencanaan, eksekusi di lapangan, serta tertib administrasi,” tambahnya. Kemendagri bersama Kementerian Keuangan terus melakukan pendampingan intensif untuk memastikan skema Otonomi Khusus tidak lagi terhambat oleh kendala teknis di pusat maupun daerah.

Baca Juga  Gembleng Ratusan Ketua DPRD di Akmil Magelang, Prabowo Tekankan Sinergi Daerah Demi Visi Asta Cita

Yogyakarta Sebagai Role Model Keberhasilan

Di sisi lain, Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan Dana Keistimewaan di DIY. Dengan tingkat penyerapan yang menembus angka 95 persen, Yogyakarta dianggap sukses menunjukkan kualitas perencanaan dan eksekusi yang mumpuni. Hal ini, menurut Tito, tidak lepas dari peran sumber daya manusia yang kompeten dan integritas kepemimpinan di daerah tersebut.

Salah satu poin menarik yang disoroti adalah transparansi publik yang diinisiasi oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Berbagai program unggulan seperti revitalisasi kawasan Teras Malioboro, penyediaan becak listrik, hingga penguatan lumbung pangan kini dipasangi label khusus sebagai penanda bahwa proyek tersebut dibiayai oleh Danais.

Baca Juga  Babak Baru Perlindungan PRT: Menteri PPPA Sebut Detail Upah dan Hak Cuti Segera Diatur dalam Peraturan Pemerintah

“Yogyakarta telah membuktikan diri sebagai model ideal. Bagaimana dana kekhususan dan keistimewaan dikelola secara terbuka, transparan, dan memberikan manfaat nyata yang bisa dilihat langsung oleh warganya,” pungkas Tito. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan seluruh daerah yang menerima dana khusus dapat mengikuti jejak Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menciptakan pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul