Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan WFH Bagi Seluruh Pemda: Wujud Loyalitas pada Kebijakan Nasional

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 13 Apr 2026 16:36 WIB
Mendagri Tito Karnavian Tegaskan WFH Bagi Seluruh Pemda: Wujud Loyalitas pada Kebijakan Nasional

Kabarmalam.com — Langkah transformasi budaya kerja di lingkungan pemerintahan terus dipacu oleh pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan tegas menginstruksikan seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk mengadopsi sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebagai bagian dari agenda nasional yang tak bisa ditawar.

Satu Komando untuk Efisiensi Birokrasi

Ditemui usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi II DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (13/4/2026), Tito menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan instruksi yang harus dijalankan secara merata di seluruh pelosok tanah air. Menurutnya, keselarasan antara pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan program ini.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian: Tanpa Desain Matang, Urbanisasi Bisa Ubah Kota Jadi Episentrum Krisis

“Ya, semua daerah wajib menerapkan WFH,” tegas Tito kepada awak media. Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan terkait adanya beberapa wilayah yang masih enggan atau belum sepenuhnya menjalankan sistem kerja fleksibel tersebut.

Fleksibilitas dalam Implementasi

Meski bersifat wajib, Tito memberikan ruang bagi para kepala daerah untuk mengatur teknis pelaksanaannya. Pemerintah Daerah memiliki diskresi penuh dalam menentukan proporsi antara pegawai yang bekerja di kantor (WFO) dan yang bekerja dari rumah (WFH).

“Prinsipnya harus tetap diterapkan. Mengenai proporsionalnya, berapa persen yang WFH dan berapa yang tetap di kantor, itu kita serahkan pada kebijakan masing-masing daerah,” jelasnya. Hal ini bertujuan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan esensi dari kebijakan WFH itu sendiri.

Baca Juga  Menembus Keterbatasan, Tito Karnavian Serap Aspirasi Warga Sekumur di Atas Tikar

Simbol Loyalitas dan Transformasi Digital

Lebih jauh, mantan Kapolri ini menyebutkan bahwa kepatuhan daerah dalam menjalankan aturan ini merupakan bentuk loyalitas nyata terhadap pemerintah pusat. Ia memandang sinkronisasi kebijakan adalah elemen vital dalam struktur kenegaraan.

Selain soal loyalitas, Tito menyoroti pentingnya perubahan fundamental dalam etos kerja aparatur sipil negara. Baginya, WFH adalah jembatan menuju transformasi budaya kerja yang jauh lebih efektif dan efisien di masa depan.

“Ini adalah upaya kita bersama untuk menciptakan transformasi budaya kerja. Kita ingin birokrasi yang lebih lincah dan tidak kaku, demi memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat,” pungkas Tito Karnavian.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul