Ikuti Kami
kabarmalam.com

Nostalgia Rel Bersejarah: Rano Karno Pastikan Trem Bakal Kembali Melintas di Kota Tua Jakarta

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 09 Apr 2026 20:13 WIB

Kabarmalam.com — Upaya menghidupkan kembali denyut sejarah di jantung ibu kota terus digulirkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui sebuah langkah ambisius dalam agenda revitalisasi kota tua, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan rencana besar untuk mengoperasikan kembali moda transportasi trem di kawasan bersejarah tersebut.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Rano dalam diskusi bertajuk ‘Intimate Dialogue Kota Tua Update’ yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 9 April 2026. Menurutnya, kehadiran trem bukan sekadar pemanis visual atau objek estetika semata, melainkan pilar utama dalam menciptakan kawasan rendah emisi yang modern namun tetap mempertahankan ruh masa lalu.

Sentuhan Nostalgia dan Solusi Ekologi

Bagi Rano Karno, proyek ini memiliki kedekatan emosional tersendiri. Ia sempat berbagi kisah masa kecilnya saat masih bisa menikmati sensasi menumpang trem yang membelah jalanan dari kawasan Pasar Baru menuju Kota Tua. Memori kolektif inilah yang ingin ia hadirkan kembali bagi warga Jakarta generasi saat ini.

Baca Juga  Dominasi Teheran: Klaim Menang Mutlak Dubes Iran dan Syarat Damai di Kawasan Timur Tengah

“Dulu waktu saya umur delapan tahun, saya masih sempat merasakan naik trem. Jika moda ini kita bangun lagi di Kota Tua, dampaknya ganda: kita bisa menekan tingkat polusi lewat transportasi ramah lingkungan sekaligus menghidupkan kembali atmosfer Jakarta tempo dulu yang sangat ikonik,” tutur Rano dengan nada nostalgia.

Integrasi Modernitas dengan MRT Jakarta

Meskipun mengusung konsep klasik, pembangunan jalur trem ini tetap mengedepankan aspek fungsionalitas dan integrasi transportasi modern. Pemprov DKI Jakarta memastikan bahwa desain jalur trem nantinya akan selaras dengan jalur MRT Jakarta yang juga dijadwalkan melintasi kawasan tersebut di masa depan.

Langkah penyelarasan atau alignment detail sedang digodok bersama pihak MRT agar tidak terjadi tumpang tindih infrastruktur maupun fungsi. “Kami harus mendesain ini secara bersama-sama dengan tim MRT, karena area tersebut juga akan menjadi jalur utama mereka. Sinkronisasi adalah kunci agar transportasi publik kita terintegrasi dengan sempurna,” jelasnya.

Baca Juga  Gus Ipul Tekankan Akurasi Data DTSEN di Lampung: Bansos Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Pemberdayaan

Fokus Revitalisasi di Tiga Zona Utama

Rencana pengoperasian trem ini merupakan bagian integral dari cetak biru besar penataan kawasan yang terbagi ke dalam tiga zona strategis: zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Dalam upaya penataan kota tua, pemerintah akan memprioritaskan zona inti yang mencakup area seluas kurang lebih 80 hektare.

Wilayah krusial seperti Alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari masuk dalam daftar prioritas perbaikan aksesibilitas dan fasilitas. Rano menegaskan bahwa esensi dari revitalisasi ini bukan sekadar mempercantik fasad bangunan, tetapi memperbaiki kualitas hidup dan mobilitas warga serta wisatawan. Dengan matangnya perencanaan ini, Kota Tua diharapkan bertransformasi menjadi kawasan heritage kelas dunia yang lebih hijau, nyaman, dan kaya akan nilai sejarah.

Baca Juga  KontraS Endus Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Sebut Serangan Oknum TNI Terorganisir dan Sistematis
Tentang Penulis
Husnul
Husnul