Grobogan Terendam: 16 Desa Terdampak Banjir Luapan Sungai, Ribuan Keluarga Siaga
Sabtu, 04 Apr 2026 19:17 WIB
Kabarmalam.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Tengah kembali menyisakan duka bagi warga di Kabupaten Grobogan. Sebanyak 16 desa di wilayah tersebut dilaporkan terendam banjir setelah debit air sungai meluap tak terkendali pada Kamis malam. Berdasarkan data terbaru, tercatat sedikitnya 3.176 keluarga terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi ini.
Bencana banjir Jawa Tengah kali ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan hulu. Kondisi tersebut diperparah dengan kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang yang meluap secara bersamaan, sehingga tanggul tak mampu lagi menahan beban air yang masuk ke kawasan permukiman di lima kecamatan sekaligus.
Titik Terparah dan Kerusakan Bangunan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengungkapkan bahwa Kecamatan Kedungjati menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di sana, sembilan desa terendam dengan total 2.102 kepala keluarga yang harus berhadapan dengan genangan air setinggi 10 hingga 50 centimeter.
“Selain merendam rumah-rumah warga, kami mencatat ada 11 unit rumah yang mengalami kerusakan ringan, mayoritas berada di kawasan Desa Ngombak dan Desa Kedungjati,” jelas Wahyu saat memberikan keterangan resmi terkait kondisi terkini di lapangan.
Dampak Luas di Lima Kecamatan
Tak hanya Kedungjati, wilayah lain seperti Kecamatan Gubug juga tak luput dari terjangan air. Sebanyak 814 keluarga di Desa Penadaran dan Ringinharjo harus bersabar menghadapi air yang mencapai ketinggian hingga 60 cm. Sementara di Kecamatan Tegowanu, bencana alam ini juga sempat melumpuhkan aktivitas pendidikan di SD Negeri 2 Sukorejo yang ikut tergenang.
- Kecamatan Tanggungharjo: Luapan Sungai Kliteh menyebabkan banjir di Desa Sugihmanik yang berdampak pada 60 keluarga, serta menghambat arus lalu lintas di jalur Gubug-Kedungjati.
- Kecamatan Purwodadi: Genangan air muncul di ruas jalan Danyang-Pengkol, Desa Candisari, sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai 25 cm.
- Kecamatan Tegowanu: Sekitar 200 rumah warga di Desa Sukorejo dan Tanggirejo terendam air luapan.
Hingga saat ini, pantauan tim BPBD Grobogan menunjukkan tren penurunan debit air di beberapa titik lokasi. Meski sebagian besar warga mulai kembali beraktivitas dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir, pihak otoritas tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam menghindari kerugian yang lebih besar.