Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sinergi Strategis Menara Syariah dan MES: Mengakselerasi Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 22 Jun 2026 15:34 WIB
Sinergi Strategis Menara Syariah dan MES: Mengakselerasi Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Kabarmalam.com — Langkah besar untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai episentrum ekonomi syariah dunia kian nyata melalui kolaborasi strategis antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Menara Syariah. Upaya ini bukan sekadar mengejar angka transaksi, melainkan membangun fondasi ekosistem yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Visi Baru Ekosistem Ekonomi Syariah

Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah di tanah air haruslah bertumpu pada sinergi yang kokoh antara industri takaful (asuransi syariah), gerakan koperasi, serta kemitraan internasional. Dalam simposium bertajuk ‘Reimagining Takaful for Sustainable World’ yang digelar di Menara Syariah PIK 2, Jakarta, Ferry menguraikan bahwa parameter keberhasilan ekonomi syariah harus dilihat dari kebermanfaatannya bagi umat.

Baca Juga  Mengabdi Lewat Komcad: Kisah Ribuan ASN yang Rela Tinggalkan Meja Kerja Demi Gemblengan Militer

“Kita tidak hanya berbicara tentang nilai ekonomi, tetapi tentang bagaimana kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan dapat dirasakan oleh rakyat. Di sinilah program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi jembatan strategis untuk membawa nilai-nilai syariah hingga ke pelosok desa,” ujar Ferry.

Takaful dan Semangat Ta’awun

Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa besar: populasi muslim mencapai 240 juta jiwa dan jaringan komunitas yang mengakar. Ferry memandang bahwa industri takaful memiliki peran yang jauh lebih dalam dari sekadar produk finansial. Takaful adalah manifestasi nyata dari prinsip ta’awun atau saling tolong-menolong.

Integrasi antara koperasi dan takaful dianggap sebagai langkah cerdas. Koperasi yang berbasis pada gotong royong memiliki keselarasan ideologis dengan prinsip syariah. Dengan keterlibatan pemberdayaan koperasi, industri asuransi syariah diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan memberikan proteksi nyata bagi ekonomi rakyat kecil.

Baca Juga  Skandal Besar di Sri Lanka: Biksu Senior Penjaga Pohon Suci Bodhi Ditangkap Atas Tuduhan Pelecehan Anak

Menjadi Pemain Kunci di Pasar Global

Data menunjukkan potensi konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor ekonomi syariah telah menembus angka US$ 2 triliun per tahun. Angka ini diprediksi akan terus meroket, menempatkan ekonomi syariah sebagai pilar penting dalam ekonomi global. Indonesia, menurut Ferry, tidak boleh hanya menjadi pasar atau penonton.

“Kami optimistis Indonesia akan bertransformasi dari konsumen menjadi produsen, inovator, dan pusat pertumbuhan global dalam industri keuangan syariah,” tambahnya dengan nada penuh keyakinan.

Kolaborasi Lintas Negara di Menara Syariah

Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menara Syariah dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) serta dengan MES. Kerja sama ini memantapkan posisi Menara Syariah sebagai simbol utama pengembangan ekosistem syariah di Indonesia dan kawasan regional.

Baca Juga  Skandal Korupsi Dana Bencana Gunung Ruang: Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Resmi Jadi Tersangka

Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin, menyambut baik langkah konkret ini. Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif untuk mengoptimalkan potensi pasar yang selama ini belum tergarap maksimal. Senada dengan itu, Dekan Islamic Business School UUM, Selamah Maamor, menyatakan komitmennya untuk berbagi keahlian demi kemajuan asuransi syariah di kedua negara.

Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Boy Rafly Amar dan Ari Permana dalam acara tersebut semakin mempertegas komitmen kolektif untuk membawa ekonomi syariah Indonesia ke level yang lebih tinggi, menciptakan masyarakat desa yang lebih sejahtera dan berdaya saing global.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul