Sisi Sejuk Aksi Reforma Agraria di DPR: Polisi Bagikan Snack dan Air Mineral untuk Petani Bercaping
Senin, 22 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Terik matahari yang menyengat di kawasan Senayan tak menghalangi ratusan petani untuk menyuarakan aspirasi mereka di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Namun, ada yang berbeda dalam pengawalan unjuk rasa kali ini. Alih-alih suasana yang tegang, aparat kepolisian justru menunjukkan sisi humanis dengan membagikan air mineral dan makanan ringan kepada para peserta aksi pada Senin (22/6/2026).
Sentuhan Humanis di Tengah Orasi
Massa yang tergabung dalam Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) mulai memadati area depan gerbang parlemen sejak pukul 10.48 WIB. Sekitar 350 petani yang kompak mengenakan caping ini datang membawa berbagai atribut, mulai dari mobil komando, spanduk tuntutan, hingga bendera organisasi. Di sela-sela riuhnya orasi, sejumlah personel dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat tampak membaur membagikan bantuan logistik sederhana untuk meredam dahaga para demonstran.
Langkah kecil namun berarti ini mendapatkan apresiasi tulus dari para peserta aksi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar untuk menjaga keamanan, melainkan juga melayani warga negara yang tengah menjalankan hak konstitusionalnya.
“Polri hadir untuk melayani dan mengamankan masyarakat yang menyampaikan pendapat. Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, damai, dan tetap kondusif,” ungkap Kombes Reynold saat memantau pengamanan di lokasi.
Menjaga Kesejukan Suasana Demo
Menurut Reynold, pembagian konsumsi ringan ini merupakan bagian dari upaya strategis kepolisian untuk menciptakan suasana yang sejuk di tengah tensi penyampaian aspirasi. Petugas di lapangan juga sigap melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar gedung DPR agar aktivitas masyarakat umum tidak terhambat oleh jalannya aksi.
“Personel kami arahkan untuk bertindak profesional, sabar, dan tidak mudah terpancing emosi. Kami secara konsisten mengajak seluruh elemen massa untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum,” tambahnya.
Tuntutan Besar di Balik Caping Petani
Aksi ini sendiri membawa agenda besar terkait isu reforma agraria di Indonesia. Para petani menuntut langkah nyata dari pemerintah untuk mencabut izin pertanahan yang dinilai bermasalah serta mengeluarkan lahan rakyat, pemukiman, hingga desa-desa yang saat ini masih terjebak dalam status kawasan hutan.
Beberapa poin krusial yang disuarakan melalui spanduk dan poster massa meliputi:
- Pelaksanaan penuh UUPA Nomor 5 Tahun 1960.
- Penegakan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai kedaulatan sumber daya alam.
- Penyelesaian konflik agraria yang masih banyak terjadi di berbagai daerah.
- Penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap petani di lapangan.
- Percepatan redistribusi tanah secara adil untuk kesejahteraan rakyat.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para petani melakukan orasi secara bergantian untuk menjelaskan persoalan tanah yang mereka alami di daerah masing-masing. Di bawah pengawalan ketat namun bersahabat dari Polda Metro Jaya, situasi di lokasi tetap terpantau aman dan kondusif hingga massa membubarkan diri dengan tertib.