Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mengabdi Lewat Komcad: Kisah Ribuan ASN yang Rela Tinggalkan Meja Kerja Demi Gemblengan Militer

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 13 Apr 2026 12:40 WIB
Mengabdi Lewat Komcad: Kisah Ribuan ASN yang Rela Tinggalkan Meja Kerja Demi Gemblengan Militer

Kabarmalam.com — Suasana haru bercampur tegang menyelimuti siluet Monas, Jakarta Pusat, saat ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersiap menanggalkan atribut kantoran mereka untuk sementara waktu. Bukan untuk studi banding atau rapat koordinasi, melainkan untuk menjawab panggilan negara melalui program Komponen Cadangan (Komcad) tahun anggaran 2026.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi telah melepas 2.019 personel ASN dari 49 kementerian dan lembaga negara. Mereka akan menjalani serangkaian seleksi kompetensi yang ketat sebelum akhirnya benar-benar dididik dalam atmosfer militer yang disiplin.

Antara Adrenalin dan Rasa Gugup yang Mendalam

Bagi sebagian peserta, melangkah ke ranah militer adalah tantangan mental yang tak terbayangkan sebelumnya. Maulida (24), seorang ASN muda dari lingkungan Kemenparekraf, mengaku malam-malam menjelang keberangkatan ke barak pelatihan terasa jauh lebih panjang dari biasanya.

Baca Juga  Sejarah Baru! Puan Maharani Sahkan UU PPRT Setelah 22 Tahun Menanti dan UU Pelindungan Saksi

“Sejujurnya saya tidak bisa tidur karena saking deg-degan. Tapi dukungan dari keluarga, terutama bapak yang terus membakar semangat, membuat saya yakin untuk melangkah,” ungkap Maulida di sela-sela apel pelepasan calon ASN Komcad di Monas, Senin (13/4/2026).

Maulida, yang baru setahun mengabdi di birokrasi, kini bersiap menghadapi fase krusial. Ia dijadwalkan mengikuti seleksi lanjutan di Pusbahasa Kodiklat AU, Halim Perdanakusuma. Di sana, ia tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga mental ideologi serta psikologi untuk memastikan kesiapannya menjadi bagian dari kekuatan pertahanan negara.

Mengejar Kedisiplinan di Luar Meja Kerja

Lain lagi cerita dari Suherlan Maulana (35). ASN asal Kabupaten Sukabumi yang bertugas di Kementerian Sosial ini mendaftarkan diri secara sukarela. Baginya, mengikuti pelatihan militer bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan sebuah investasi karakter.

Baca Juga  Agnes Aditya Rahajeng Cetak Sejarah Baru, Bawa Pulang Mahkota Puteri Indonesia 2026 untuk Banten

“Harapan saya, setelah kembali nanti, ada perubahan signifikan dalam kedisiplinan kerja. Semangat yang ditanamkan di Komcad ini sangat relevan untuk diterapkan dalam melayani masyarakat,” jelas Suherlan dengan nada optimistis.

Meski harus meninggalkan tugas rutin di kantor, Suherlan memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan. Seluruh tanggung jawab pekerjaannya telah didelegasikan secara profesional kepada rekan timnya. Hal ini sejalan dengan arahan bahwa para peserta harus fokus penuh selama masa seleksi hingga pendidikan berakhir.

Distribusi Peserta di Lembaga Pendidikan TNI

Para calon anggota Komcad ini tidak menumpuk di satu lokasi, melainkan disebar ke enam lembaga pendidikan milik TNI dan Kementerian Pertahanan untuk mendapatkan spesialisasi pelatihan yang mumpuni. Berikut adalah rincian distribusinya:

  • Puskombelneg BPSDM Kemhan: 304 peserta
  • Rindam Jaya: 302 peserta
  • Pusdikkes Puskesad: 505 peserta
  • Brigif 1 Pasmar 1: 300 peserta
  • Pusbahasa Kodiklat AU: 305 peserta
  • Wingdik 500 Atang Sanjaya: 303 peserta
Baca Juga  Beban Strategis di Teluk: Mengapa UEA Kini Menimbang Penutupan Pangkalan Militer Amerika Serikat?

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara sipil dan militer dalam menjaga kedaulatan bangsa. Para ASN ini membuktikan bahwa dedikasi kepada negara tidak hanya terbatas pada dokumen dan layar komputer, tetapi juga kesiapan fisik dan mental di garda pendukung pertahanan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul