M. Qodari ‘Semprot’ Halus Saran Menkeu Purbaya Soal Nyerok Saham: Beliau Bukan Trader!
Senin, 08 Jun 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang fluktuasi yang menerjang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini tak hanya menjadi perhatian para pelaku pasar, tetapi juga memicu komentar jenaka dari berbagai tokoh publik. Ketua Bakom RI, M. Qodari, secara terbuka melontarkan kelakar menanggapi saran Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya mengajak masyarakat untuk gencar melakukan aksi ‘serok’ saham di tengah tren pasar yang sedang memerah.
Dalam suasana santai pada acara peluncuran buku ‘Presiden Solusi’ di Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026), Qodari membagikan perspektifnya mengenai dinamika bursa. Sembari tertawa, ia menyoroti perbedaan tajam antara pandangan seorang birokrat keuangan dan realitas seorang pelaku pasar di lapangan.
Seni Mengelola Psikologi dan Target dalam Investasi
Menurut Qodari, kunci utama dalam menghadapi gejolak investasi saham bukanlah terpaku pada angka indeks secara keseluruhan, melainkan pada performa masing-masing emiten yang dikoleksi. Ia bahkan membocorkan sedikit rahasia pribadinya yang sudah lebih dulu mengamankan keuntungan sebelum pasar bergerak liar.
“Pertama, kalau kita bermain saham, jangan hanya terpaku melihat IHSG secara makro. Kita harus pegang emiten yang kuat. Emiten saya waktu itu sudah cuan, jadi saya memilih untuk ‘check out’ duluan,” ungkap Qodari dengan nada berkelakar.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kedisiplinan bagi para trader saham. Masalah terbesar yang sering menjerumuskan investor ritel adalah kegagalan dalam mengelola emosi dan psikologi. Seringkali, sifat serakah muncul saat harga naik, dengan harapan akan terus melambung tanpa menyadari risiko pembalikan arah.
“Kita harus punya ukuran yang jelas. Kalau target sudah tercapai, misalnya di angka 35 persen atau 40 persen, ya sudah, keluar saja. Jangan menuruti bisikan emosi yang bilang ‘nanti naik lagi’. Disiplin itu harga mati,” tegasnya.
Kelakar Soal Kapasitas Menkeu Purbaya
Puncak dari pembicaraan tersebut adalah ketika Qodari menyinggung anjuran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat viral karena meminta publik tidak ragu membeli saham di harga bawah. Dengan gaya narasi yang mengalir, Qodari mengingatkan bahwa sudut pandang Purbaya adalah sudut pandang pembuat kebijakan, bukan praktisi harian di lantai bursa.
“Pak Purbaya itu Menteri Keuangan, bukan trader. Itulah bedanya. Makanya saya ingatkan sekarang, lihat gambaran makronya tapi tetap fokus pada detail emitennya,” tutur Qodari kembali diiringi tawa renyah.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa memang menyatakan optimisme tinggi meski IHSG sedang terpuruk. Ia menilai koreksi pasar justru menjadi peluang emas atau momentum ‘diskon’ bagi investor untuk masuk. Purbaya meyakini bahwa secara teknikal, koreksi tersebut hanya bersifat sementara dan pasar akan segera kembali pulih dalam hitungan hari.
Meski memiliki perbedaan gaya dalam memandang pasar, baik Qodari maupun Purbaya secara tidak langsung memberikan edukasi penting: bahwa pasar modal memerlukan ketenangan, baik dari sisi kebijakan makro maupun strategi eksekusi individu.