Waspada ‘Bom Waktu’ di Bawah Jalan Jakarta: Rano Karno Soroti Gorong-gorong Keropos Pasca Sinkhole Lenteng Agung
Selasa, 02 Jun 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Insiden amblasnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu menjadi sinyal peringatan serius bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara terbuka mengungkapkan bahwa penyebab utama fenomena sinkhole tersebut adalah rapuhnya infrastruktur bawah tanah yang sudah dimakan usia.
Pipa Baja Berusia Puluhan Tahun Jadi Biang Keladi
Saat meninjau lokasi, Rano Karno menjelaskan bahwa struktur penyangga di bawah jalan yang dikenal dengan istilah ‘Armco’—sejenis pipa baja besar untuk saluran air—sudah mengalami korosi hebat. “Ini adalah besi jenis Armco yang usianya mungkin sudah lebih dari 30 tahun. Wajar jika kondisinya sudah keropos,” ungkapnya kepada awak media di lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026).
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya kejadian serupa di titik lain. Mengingat banyak infrastruktur di Jakarta yang dibangun pada era yang sama, Rano telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk bergerak cepat memetakan titik-titik rawan agar perbaikan bisa segera dilakukan sebelum musibah terjadi.
Mengantisipasi Ancaman di Bawah Rel Kereta Api
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah jalur saluran air yang terhubung langsung dari Waduk Universitas Indonesia. Menariknya, aliran ini melintasi area di bawah rel kereta api, sebuah tantangan teknis yang cukup pelik bagi tim pemeliharaan infrastruktur Jakarta.
“Masalah utamanya, saluran ini menyambung hingga ke bawah rel kereta. Kita harus bicara pahitnya, kalau terjadi kerusakan di sana, bagaimana cara memperbaikinya? Tidak mungkin kita gali sembarangan. Pilihannya harus menggunakan metode bor atau jacking agar langsung tembus ke arah waduk,” jelas Rano dengan nada serius. Ia menekankan pentingnya langkah antisipasi daripada sekadar reaktif saat masalah sudah muncul ke permukaan.
Warisan Infrastruktur Tua yang Perlu Peremajaan
Masalah jalan amblas ini hanyalah puncak gunung es dari kondisi pipa bawah tanah Jakarta. Rano bahkan menyinggung informasi mengejutkan mengenai pipa PDAM yang beberapa di antaranya disebut belum pernah diganti selama hampir satu abad.
“Saya pernah mendapat laporan bahwa ada pipa air kita yang sudah 100 tahun tidak berganti. Itulah mengapa saya bertanya kepada Ibu Kadis SDA, sudah sejauh mana proses inventarisasi titik-titik potensial yang bisa memicu amblas?” tambahnya. Ia tidak ingin menutup-nutupi fakta bahwa Jakarta menyimpan banyak titik rawan akibat material bangunan yang sudah uzur.
Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah fokus melakukan pemetaan menyeluruh terhadap penggunaan Armco di seluruh wilayah ibu kota. Meski tidak bisa langsung mengeksekusi perbaikan secara massal jika belum ada gejala kerusakan, mapping ini dianggap sebagai langkah preventif paling vital untuk menjamin keamanan warga di Lenteng Agung dan wilayah lainnya.
Kualitas perbaikan di Lenteng Agung sendiri kini menggunakan standar beton mutu tinggi (K-400) untuk memastikan struktur jalan lebih kokoh. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan fenomena tanah amblas yang mengancam keselamatan pengguna jalan dapat diminimalisir secara signifikan.