Waspada El Nino ‘Godzilla’: Ancaman Kesehatan Nyata yang Menghantui Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 13:07 WIB
Kabarmalam.com — Bayang-bayang fenomena iklim ekstrem yang dijuluki El Nino ‘Godzilla’ kini bukan sekadar prediksi cuaca belaka, melainkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Fenomena ini diprediksi akan membawa dampak domino yang meluas, mulai dari krisis pangan hingga lonjakan berbagai penyakit berbahaya akibat perubahan lingkungan yang drastis.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah mengeluarkan peringatan dini terkait risiko kesehatan yang membayangi warga. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan bahwa kemarau panjang yang dipicu oleh El Nino menyebabkan terhentinya proses alami rain washing atau pencucian udara oleh hujan. Akibatnya, polutan tidak lagi tersapu dan justru terjebak di lapisan atmosfer bawah.
Polusi Udara dan Risiko Penyakit Pernapasan
Menurut Aji, kondisi udara saat ini cenderung stagnan yang diperburuk oleh fenomena lapisan inversi serta pergerakan angin yang lemah. Kondisi ini menjadi bom waktu bagi kualitas udara kita. “Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat tajam, yang pada akhirnya memicu kabut asap tebal. Inilah yang berdampak langsung pada saluran pernapasan masyarakat,” jelasnya dalam keterangannya kepada media.
Masalah polusi udara ini diperkirakan akan memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan paru lainnya jika masyarakat tidak segera melakukan langkah mitigasi.
Ancaman Penyakit Menular dan Sanitasi Buruk
Selain udara yang memburuk, kenaikan suhu bumi juga menciptakan kondisi ideal bagi berkembangbiaknya vektor penyakit. Genangan air yang tersisa di beberapa titik menjadi sarang yang sempurna bagi nyamuk. Hal ini memicu kekhawatiran akan ledakan kasus demam berdarah dengue (DBD) serta malaria.
Tak berhenti di situ, penurunan kualitas dan kuantitas air bersih selama musim kemarau panjang berpotensi besar merusak sistem sanitasi warga. Kondisi lingkungan yang tidak higienis ini sangat rentan memicu penyakit berbasis lingkungan seperti:
- Diare dan gangguan pencernaan akut.
- Demam Tifoid.
- Kolera.
- Leptospirosis yang kerap muncul saat ketersediaan air bersih terbatas.
Sorotan Rano Karno Terhadap Kondisi Jakarta
Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia memprediksi bahwa musim kemarau kali ini akan berlangsung lebih lama dari biasanya, sehingga risiko wabah penyakit di wilayah perkotaan menjadi lebih tinggi. Rano secara spesifik menyoroti ancaman DBD yang selalu mengintai saat pergantian cuaca ekstrem.
“Penyakit utama yang harus kita antisipasi jika El Nino benar-benar menghantam adalah DBD,” tegas Rano. Ia pun menginstruksikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengintensifkan kebersihan lingkungan, mulai dari pengerukan saluran air hingga gerakan kerja bakti massal guna memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.
Langkah Proteksi Diri Menurut Kemenkes
Untuk menghadapi dampak buruk El Nino ‘Godzilla’ ini, Kemenkes merilis serangkaian protokol kesehatan yang wajib diikuti oleh masyarakat sebagai bentuk perlindungan mandiri:
- Rutin memantau kualitas udara melalui aplikasi resmi sebelum beraktivitas.
- Membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama saat tingkat polusi sedang tinggi.
- Menutup rapat ventilasi bangunan (rumah, kantor, sekolah) saat kualitas udara memburuk.
- Menggunakan alat penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan jika memungkinkan.
- Menghindari paparan asap rokok dan polutan lainnya yang memperparah kondisi paru.
- Wajib menggunakan masker standar saat berada di area terbuka dengan kualitas udara buruk.
- Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten.
- Segera melakukan konsultasi medis jika merasakan gejala gangguan pernapasan atau demam.
Fenomena krisis iklim ini menuntut kesadaran kolektif. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi protokol kesehatan, kita diharapkan mampu melewati masa sulit akibat El Nino ‘Godzilla’ dengan risiko minimal bagi kesehatan keluarga.