Mengungkap Bahaya Maltodekstrin pada Susu: Benarkah Bisa Menurunkan Kecerdasan Anak?
Minggu, 07 Jun 2026 20:05 WIB
Kabarmalam.com — Memberikan asupan nutrisi terbaik bagi buah hati adalah misi utama setiap orang tua. Namun, di balik kemasan susu formula yang tampak sempurna, tersimpan risiko kesehatan yang jarang disadari. Salah satu yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pakar pediatri adalah keberadaan maltodekstrin, zat karbohidrat olahan yang ternyata berpotensi menghambat potensi maksimal tumbuh kembang anak.
Dalam sebuah diskusi mendalam di acara Grand Launching AceKid ‘New Fresh Standard’ yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Minggu (7/6/2026), Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A K, memberikan peringatan serius. Beliau menjelaskan bahwa maltodekstrin sejatinya adalah rantai glukosa hasil olahan pati yang sering digunakan sebagai sumber energi instan dalam formula khusus, seperti produk rendah laktosa.
Risiko Indeks Glikemik Tinggi dan Fungsi Kognitif
Meskipun berfungsi sebagai alternatif karbohidrat agar susu mudah dicerna, maltodekstrin menyimpan sisi gelap. Zat ini memiliki Indeks Glikemik (GI) yang sangat tinggi, mencapai angka 110. Sebagai perbandingan, angka ini jauh melampaui gula meja biasa, yang berarti dapat memicu lonjakan kadar glukosa darah secara drastis.
“Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih pada tahun pertama kehidupan dapat berdampak pada penurunan kemampuan kecerdasan anak saat mereka menginjak usia tiga tahun,” papar dr. Rini. Jika pola konsumsi ini terus berlanjut hingga usia dua tahun, dampaknya akan semakin meluas, mencakup gangguan kemampuan bahasa hingga perkembangan motorik. Paparan nutrisi anak yang didominasi gula tinggi dapat memicu resistensi insulin yang secara langsung memengaruhi fungsi otak dan menurunkan kapasitas belajar anak.
Efek Samping Terhadap Pola Makan
Tak hanya soal kecerdasan, dr. Rini juga menyoroti bagaimana susu mengandung maltodekstrin dapat memengaruhi perilaku makan. Karbohidrat buatan ini cenderung membuat anak merasa kenyang lebih cepat. Akibatnya, nafsu makan anak untuk mengonsumsi makanan utama yang kaya akan nutrisi esensial menjadi berkurang. Hal ini tentu mengancam keseimbangan gizi yang dibutuhkan tubuh dalam masa pertumbuhan emas.
Kekhawatiran senada juga diungkapkan oleh Chairman & Founder FEIHE International, Leng Youbin. Setelah melakukan observasi di berbagai toko perlengkapan ibu dan anak di Indonesia, ia mengaku terkejut dengan komposisi banyak produk susu formula yang beredar. “Banyak produk yang masih mengandalkan susu bubuk sebagai bahan dasar utama, lengkap dengan tambahan perisa sintetik, gula, dan maltodekstrin,” ungkapnya.
Youbin menjelaskan bahwa susu bubuk yang telah melalui proses pemanasan suhu tinggi berulang kali kehilangan banyak nutrisi aktif alaminya. Kehadiran maltodekstrin dan gula tambahan hanya akan menambah beban kesehatan bagi anak di masa depan.
AceKid: Standard Baru Susu Formula Tanpa Maltodekstrin
Menjawab keresahan para orang tua akan transparansi informasi nutrisi, FEIHE International berkolaborasi dengan MAKUKU meluncurkan AceKid. Produk ini diklaim sebagai pionir susu formula di Indonesia yang menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama yang sumbernya dapat ditelusuri secara transparan.
Inovasi ini diformulasikan secara khusus tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa sintetik. “AceKid hadir dengan tiga pilar utama: sumber susu yang baik, formula yang tepat, dan daya serap yang optimal. Inilah fondasi kualitas yang kami tawarkan untuk keluarga Indonesia,” tutur Youbin.
Dukungan riset yang kuat juga menjadi tulang punggung AceKid. Melalui FEIHE Research Institute yang bekerja sama dengan institusi kelas dunia seperti Harvard Medical School dan Peking University, produk ini dikembangkan berdasarkan data ilmiah yang ketat. Senior Scientist FEIHE International, Zhang Yang, menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalankan puluhan program riset nasional dan memiliki ratusan paten untuk memastikan standar kesehatan pencernaan dan tumbuh kembang anak terpenuhi dengan aman.
Berkat komitmen tersebut, AceKid berhasil menyabet penghargaan Top Innovation Choice Award 2026. Kehadiran produk ini diharapkan menjadi titik balik bagi industri nutrisi di Indonesia untuk lebih memprioritaskan bahan alami demi masa depan generasi yang lebih cerdas dan sehat.