Tragedi Bom Sisa Perang Dunia II di Biak: 13 Potongan Tubuh Ditemukan, Pencarian Korban Terus Berlanjut
Selasa, 02 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar duka menyelimuti tanah Papua menyusul tragedi memilukan akibat ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor. Dalam perkembangan terbaru, tim SAR gabungan dilaporkan berhasil mengevakuasi sedikitnya 13 potongan bagian tubuh manusia dari lokasi kejadian perkara (TKP). Penemuan ini menjadi bagian dari upaya keras petugas dalam mengidentifikasi para korban yang terdampak dahsyatnya ledakan tersebut.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bahwa seluruh serpihan jenazah tersebut kini telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan pihak RSUD Biak. Langkah medis ini sangat krusial guna memastikan identitas setiap korban secara akurat melalui pemeriksaan forensik yang mendalam.
Fokus Pencarian Dialihkan ke Wilayah Pantai
Hingga saat ini, personel gabungan yang melibatkan Basarnas dan kepolisian masih berjibaku menyisir area terdampak. Namun, tantangan besar menghadang di lapangan terkait faktor keselamatan. Ari menjelaskan bahwa petugas terpaksa memfokuskan pencarian di wilayah Ring 2, yang mencakup area pantai dan perairan di sekitar titik ledakan.
“Untuk area Ring 1, yang diduga kuat sebagai pusat ledakan, saat ini statusnya masih belum dinyatakan steril atau aman sepenuhnya. Kami belum dapat melakukan penyisiran secara maksimal di titik pusat tersebut demi menghindari risiko yang tidak diinginkan bagi tim di lapangan,” jelas AKBP Ari Trestiawan dalam keterangannya.
Dampak Sosial: Puluhan Warga Mengungsi dan Korban Luka
Berdasarkan data terkini, insiden bom biak ini membawa dampak sosial yang cukup signifikan bagi warga lokal. Tercatat sebanyak 18 orang mengalami luka ringan, di mana dua di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di RSUD Biak. Tragedi ini juga memicu gelombang pengungsian; sedikitnya 56 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan, termasuk di antaranya 13 anak balita yang membutuhkan perhatian khusus.
Di tengah suasana duka, prosesi pemakaman lima korban meninggal dunia telah dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota. Sementara itu, nasib tiga warga lainnya masih menjadi tanda tanya besar. Tim SAR gabungan terus berupaya keras melacak keberadaan ketiga korban hilang tersebut, meski kondisi medan dan ancaman sisa-sisa peledak masih menjadi kendala utama.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan bahaya laten bom sisa perang yang masih terkubur di bumi Biak Numfor. Pemerintah daerah dan aparat keamanan kini terus berkoordinasi untuk memulihkan situasi psikis warga serta memastikan keamanan wilayah sekitar agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.