Ikuti Kami
kabarmalam.com

Potensi Temulawak dan Kunyit RI Melampaui Ginseng Korea, Ini Penjelasan Kepala BPOM

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 17:34 WIB
Potensi Temulawak dan Kunyit RI Melampaui Ginseng Korea, Ini Penjelasan Kepala BPOM

Kabarmalam.com — Kekayaan alam Indonesia kembali menjadi sorotan utama, kali ini melalui kacamata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar. Dalam sebuah diskusi hangat di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, ia menyoroti bagaimana tanaman lokal seperti temulawak dan kunyit memiliki daya saing yang luar biasa, bahkan disebut mampu mengungguli popularitas ginseng asal Korea Selatan jika dikelola dengan serius.

Selama ini, ginseng telah menjadi ikon global dalam industri kesehatan sebagai tanaman herbal dengan efek vasodilator yang mampu melancarkan sirkulasi darah. Namun, Prof. Taruna menegaskan bahwa Indonesia menyimpan harta karun serupa dalam bentuk kurkumin. Senyawa bioaktif ini berlimpah pada kunyit dan temulawak, yang secara saintifik memiliki cakupan manfaat yang jauh lebih luas.

Baca Juga  Bikin Kaum Muda Malu, Kakek 100 Tahun Ini Masih Tangguh Angkat Beban di Gym Setiap Minggu

Keunggulan Kurkumin Dibandingkan Ginseng

Menurut Prof. Taruna, meskipun ginseng dikenal baik sebagai vasodilator, kurkumin menawarkan paket manfaat yang lebih lengkap. “Curcumin jauh lebih kuat lagi. Ia tidak hanya berperan sebagai vasodilator untuk pembuluh darah, tetapi juga memiliki potensi antioksidan yang tinggi serta sifat anti-inflamasi atau anti-peradangan,” jelasnya di hadapan awak media pada Selasa (2/6/2026).

Secara naratif, ia menggambarkan bahwa dari satu aspek saja, yakni kandungan zat aktifnya, kekayaan herbal Indonesia sebenarnya sudah berada di atas angin. Tantangan terbesarnya saat ini bukanlah soal kualitas bahan baku, melainkan bagaimana memaksimalkan pengelolaan dan standardisasi produk agar bisa merajai pasar internasional seperti halnya ginseng Korea.

Baca Juga  Fitri Salhuteru Resmi Laporkan Doktif ke BPOM, Desak Sanksi Tegas Terkait Etika Review Produk

Harta Karun untuk Kesehatan dan Kecantikan

Tak hanya bicara soal pengobatan medis, potensi tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan temulawak juga menyentuh aspek gaya hidup. Kandungan alkaloid di dalamnya, terutama jika sudah melalui proses ekstraksi yang tepat, diklaim mampu memberikan efek regenerasi sel. Hal inilah yang mendasari mengapa jamu tradisional sering dianggap sebagai ramuan ‘awet muda’.

“Kandungan tersebut mampu melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga seseorang bisa merasa lebih segar dan terlihat awet muda. Tidak berhenti di situ, potensinya bisa dikembangkan lebih luas lagi ke sektor kosmetik untuk pemakaian luar,” tambah Prof. Taruna.

Standardisasi Sebagai Kunci Utama

Meski memiliki potensi yang menggiurkan, pihak BPOM mengakui bahwa tantangan standardisasi masih menjadi ganjalan utama. Masih banyak produk herbal di tanah air yang belum memenuhi standar operasional yang ketat. Oleh karena itu, BPOM terus mendorong para pelaku industri untuk melakukan ekstraksi yang tepat dan menjaga kualitas produk demi keamanan konsumen.

Baca Juga  Rahasia Detoks Alami: 3 Bahan Super untuk Menjaga Ginjal Tetap Bersih dan Sehat

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan, tetapi juga terhindar dari produk ilegal atau berbahaya yang seringkali mencatut nama bahan herbal namun mengandung bahan kimia obat. Dengan pengelolaan yang maksimal, bukan tidak mungkin suatu saat nanti dunia akan memandang temulawak Indonesia setara atau bahkan lebih tinggi daripada ginseng dari Negeri Ginseng tersebut.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid