Fitri Salhuteru Resmi Laporkan Doktif ke BPOM, Desak Sanksi Tegas Terkait Etika Review Produk
Kamis, 07 Mei 2026 21:33 WIB
Kabarmalam.com — Langkah berani diambil oleh pengusaha sekaligus figur publik Fitri Salhuteru dalam menanggapi polemik yang tengah memanas di industri kecantikan tanah air. Secara resmi, Fitri menyambangi kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk melakukan audiensi sekaligus melaporkan aktivitas serta produk kecantikan milik dokter Samira, atau yang lebih dikenal luas oleh netizen dengan sebutan Doktif.
Kehadiran Fitri di Kantor BPOM Pusat, Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (7/5/2026), disambut langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Fitri untuk menyampaikan keresahannya terkait cara kerja dan klaim yang sering dilontarkan oleh sang dokter di media sosial.
Sorotan Terhadap Etika Review di Media Sosial
Usai melakukan pertemuan tertutup, Fitri mengungkapkan harapannya agar BPOM tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret. Fokus utama laporannya adalah mengenai aktivitas Doktif di platform digital, terutama terkait pemberian label ‘approval’ pada produk-produk tertentu yang dinilai bisa menyesatkan persepsi publik.
“Kami telah menyampaikan laporan dan berharap BPOM segera menindaklanjuti apa yang dilakukan oleh Samira di media sosial, terutama terkait approval-approval produk yang diberikannya,” ujar Fitri Salhuteru dengan nada tegas kepada awak media di lokasi.
Fitri menekankan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum influencer kecantikan harus tetap berada dalam koridor hukum. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan diskusi dengan pihak otoritas, ada indikasi pelanggaran undang-undang dalam cara penyampaian informasi produk tersebut.
Dugaan Konflik Kepentingan dalam Bisnis Skincare
Salah satu poin krusial yang disorot oleh Fitri adalah adanya potensi benturan kepentingan. Mengingat Doktif juga memiliki lini produk kecantikan sendiri, Fitri menilai ulasan atau review yang dilakukan sangat subjektif dan kental dengan aroma persaingan bisnis yang tidak sehat.
“Banyak masyarakat yang percaya pada ulasannya, namun kita harus melihat bahwa Samira sendiri memiliki produk. Hal ini sangat kental dengan kepentingan pribadi,” tuturnya lagi. Ia mengingatkan publik untuk lebih kritis dalam menyerap informasi mengenai produk skincare di jagat maya.
Menanti Ketegasan BPOM RI
Kini, bola panas berada di tangan BPOM. Fitri menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menunggu sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada pihak terlapor. Ia juga menantang integritas lembaga pengawas tersebut untuk tetap konsisten dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
“Bapak Deputi tadi memberikan tanggapan yang sangat baik dan beliau menegaskan tidak ingin sekadar ‘omon-omon’. Kita lihat saja nanti, jika praktik serupa masih terus berulang, kami tidak akan segan untuk kembali menuntut keadilan demi perlindungan konsumen,” pungkasnya menutup sesi wawancara.