Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aksi Warga Tangerang Siram Air Bekas Kotoran Anjing ke Jemaah Masjid Viral, Polisi Turun Tangan

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 23:34 WIB
Aksi Warga Tangerang Siram Air Bekas Kotoran Anjing ke Jemaah Masjid Viral, Polisi Turun Tangan

Kabarmalam.com — Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah potongan video yang memperlihatkan tindakan kurang terpuji seorang warga di kawasan Kuta Baru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Dalam rekaman yang viral tersebut, sang pemilik rumah kedapatan menyiramkan air kotor ke jalanan tepat saat warga tengah melintas untuk menunaikan ibadah salat.

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Berdasarkan keterangan warga di lokasi, cairan yang disiramkan bukan sekadar air biasa, melainkan diduga kuat merupakan campuran air bekas memandikan anjing hingga limbah kotoran hewan peliharaan tersebut.

Bukan Sekadar Air Kotor Biasa

Heri, selaku pengurus RW 07 setempat, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sudah sering terjadi dan sangat mengganggu kenyamanan publik. Ia merinci bahwa limbah yang dibuang ke jalan tersebut mencakup berbagai jenis kotoran rumah tangga yang menjijikkan.

Baca Juga  Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur: Polisi Selidiki Potensi Human Error dan Gangguan Sistem

“Yang jelas itu air bekas pel-pelan anjing, mungkin juga ada sisa masakan seperti nasi dan lain-lain. Semuanya dibuang begitu saja ke jalan,” ujar Heri saat memberikan keterangan di lokasi kejadian pada Selasa (2/6/2026). Ia menambahkan bahwa tindakan penyiraman air kotor ini sering kali dilakukan secara sengaja dari atas pagar rumah, sehingga tak jarang mengenai jemaah yang sedang berjalan menuju masjid.

Puncak Kekesalan Warga Berujung Mediasi

Ketegangan antara warga dan pemilik rumah ini tampaknya telah mencapai titik jenuh. Dalam salah satu rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria yang baru pulang dari masjid menjadi korban siraman air tersebut. Alih-alih mendapatkan permintaan maaf saat menegur, pria tersebut justru mendapatkan makian kasar dari sang tetangga.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian: Jangan Pukul Rata, Banyak Kepala Daerah Berprestasi yang Luput dari Sorotan

Puncak dari konflik tetangga ini terjadi pada 30 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Massa yang tersulut emosi akhirnya mendatangi kediaman pasangan suami istri tersebut. Warga kemudian membawa mereka ke sebuah ruang pertemuan untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dianggap mencemari lingkungan dan mengganggu kekhusyukan ibadah jemaah.

“Kami dari pihak kewilayahan sebenarnya sudah berkali-kali mencoba melakukan mediasi. Proses ini bahkan melibatkan aparat kelurahan hingga pihak kepolisian setempat demi mencari jalan tengah dan menjaga kondusivitas warga,” tambah Heri menjelaskan upaya yang telah dilakukan.

Respons Pihak Kepolisian

Menanggapi situasi yang memanas di Pasar Kemis ini, pihak kepolisian memastikan akan mengambil langkah cepat. Kasi Humas Polresta Tangerang, IPDA Sandro Tree Bahara, menyatakan bahwa pihaknya telah memonitor kasus ini dan akan segera menindaklanjutinya.

Baca Juga  Misteri di Balik Pintu Kontrakan BSD: Sosok Karyawan Necis yang Ternyata Pengidap Hoarding Disorder

Sandro menegaskan bahwa personel kepolisian akan segera terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memfasilitasi dialog. “Personel kami akan mengecek lokasi dan mengedepankan upaya problem solving guna meredam ketegangan serta mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis, pemilik rumah yang bersangkutan masih enggan memberikan keterangan resmi terkait motif di balik aksi penyiraman yang memicu kemarahan warga di Kabupaten Tangerang tersebut.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul