Tragedi Mencekam di Biak Numfor: Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II Renggut Satu Keluarga
Senin, 01 Jun 2026 14:33 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah peristiwa memilukan mengguncang ketenangan warga di Kabupaten Biak Numfor, Papua, ketika sebuah benda yang diduga kuat merupakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II meledak hebat. Insiden maut yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Distrik Biak Kota ini mengakibatkan lima nyawa melayang dan menghancurkan pemukiman warga pada Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Kronologi Ledakan yang Menggetarkan Biak
Suasana sore yang tenang seketika berubah menjadi horor saat dentuman keras memecah keheningan Kampung Yenures. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, ledakan dahsyat tersebut diduga berasal dari bawah sebuah rumah panggung milik warga. Kekuatan ledakan bom tersebut begitu masif hingga merusak belasan bangunan di sekitarnya dan memicu kepanikan luar biasa di kalangan penduduk.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran mendalam terkait asal-usul proyektil tersebut. Dugaan sementara mengarah pada mortir atau bom aktif peninggalan Perang Dunia II yang terkubur di bawah tanah pemukiman.
Satu Keluarga Menjadi Korban Jiwa
Duka mendalam menyelimuti warga setempat setelah diketahui bahwa lima korban tewas dalam insiden ini merupakan satu keluarga yang sama. Kepergian mereka meninggalkan luka yang mendalam bagi kerabat dan tetangga. Berikut adalah data korban meninggal dunia yang berhasil dihimpun:
- Deflin Raubaba (41)
- Moris Raubaba (24)
- Karmila Ayorbaba (25)
- Israel Raubaba (7)
- Isril Raubaba (5)
Selain korban jiwa, tim penyelamat masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap tiga orang warga yang dinyatakan hilang setelah ledakan terjadi. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mengantisipasi adanya potensi bahan peledak lain yang mungkin masih tertanam di lokasi kejadian.
Dampak Kerusakan dan Pengungsi
Ledakan ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melumpuhkan kehidupan puluhan warga lainnya. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa dampak kerusakan meluas hingga ke 12 unit rumah, dengan 9 di antaranya mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah.
Data terkini menunjukkan sebanyak 19 orang mengalami luka-luka dan sedikitnya 55 jiwa terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Para pengungsi, yang termasuk di antaranya balita, kini membutuhkan bantuan darurat dan trauma healing pasca-kejadian mencekam tersebut.
Langkah Pengamanan Lokasi
Hingga saat ini, area ledakan telah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat oleh aparat gabungan. Fokus utama petugas adalah memastikan keamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar tidak ada masyarakat yang mendekat sebelum area tersebut dinyatakan benar-benar steril dari material berbahaya. Penemuan beberapa potongan tubuh di lokasi juga telah dibawa ke RSUD Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Tragedi di Papua ini menjadi pengingat nyata akan bahaya laten benda-benda sisa perang yang masih menghantui wilayah-wilayah bekas medan tempur di masa lalu. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan benda mencurigakan yang menyerupai amunisi atau bahan peledak tua guna menghindari jatuhnya korban tambahan.