Rahasia Susu Berkualitas Dunia: Guru Besar IPB Bedah Standar Emas dari Peternakan hingga Gelas
Senin, 01 Jun 2026 13:04 WIB
Kabarmalam.com — Menjaga kesehatan keluarga sering kali dimulai dari segelas susu, namun pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang membedakan susu berkualitas tinggi dengan yang biasa saja? Ternyata, standar kualitas sebuah produk susu tidak hanya ditentukan oleh teknologi canggih di dalam pabrik, melainkan berakar jauh sejak dari lingkungan peternakan.
Hal ini ditegaskan oleh Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Fakultas Peternakan IPB, Prof. Dr. Ir. Epi Taufik, dalam sebuah sesi edukatif bertajuk ‘Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti’. Acara yang diinisiasi oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI) di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan ini, menjadi panggung bagi para pakar untuk membedah ekosistem produksi susu yang ideal.
Filosofi ‘From the Grass to the Glass’
Menurut Prof. Epi, kunci utama dari susu yang higienis dan bernutrisi tinggi terletak pada konsep from the grass to the glass. Artinya, pengawasan ketat dilakukan mulai dari pakan rumput yang dikonsumsi sapi hingga produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Ia menjelaskan bahwa kesehatan sapi adalah fondasi utama. Sapi yang terawat dengan baik dan mengonsumsi pakan berkualitas akan menghasilkan susu dengan jumlah bakteri yang rendah serta nilai gizi yang optimal.
“Kualitas susu sangat bergantung pada praktik peternakan yang konsisten. Jika lingkungan kandangnya bersih, higienenya terjaga, dan sapinya sehat, maka produk yang dihasilkan pun aman untuk dikonsumsi semua usia. Itulah mengapa standar ketat sangat diperlukan,” ujar Prof. Epi di hadapan pengunjung yang antusias.
Simbiosis Mutualisme dengan Peternak Lokal
Tak hanya bicara soal teknis, Prof. Epi juga menyoroti pentingnya pembinaan bagi para peternak lokal. Ia mengapresiasi langkah strategis FFI yang tidak sekadar menjadi pembeli, tetapi juga menjadi mitra bagi lebih dari 30 ribu peternak sapi perah di Indonesia. Kerjasama ini melibatkan akademisi untuk memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif.
Salah satu terobosan yang menarik perhatian adalah program Young Progressive Farmer Academy (YPFA). Melalui program ini, para peternak muda terpilih, termasuk perwakilan perempuan seperti Rumini, diberangkatkan ke Belanda untuk mempelajari manajemen peternakan modern. Rumini berbagi pengalamannya tentang bagaimana sistem di Belanda dapat diadaptasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi susu di tanah air.
Susu Sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Senada dengan Prof. Epi, Marketing Director FFI, Intan Ayu Kartika, menekankan bahwa asupan susu segar adalah bentuk investasi jangka panjang. Kandungan nutrisi makro dan mikro seperti protein, kalsium, serta berbagai vitamin di dalamnya berperan krusial dalam mendukung kecerdasan otak, memperkuat daya tahan tubuh, dan menjaga kepadatan tulang di setiap tahapan kehidupan.
Acara yang berlangsung meriah di Bintaro ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan menarik, mulai dari Tari Bajul Ijo hingga aksi panggung Quinn Salman. Bagi warga Surabaya, rangkaian inspiratif ini dijadwalkan akan menyapa Tunjungan Plaza pada 19-21 Juni 2026 mendatang. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam memilih nutrisi keluarga demi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.