Horor Sembelit 23 Tahun: Hasil Rontgen Tunjukkan Usus Wanita Ini ‘Meloncat’ Hingga ke Dada
Senin, 01 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah potret medis yang mencengangkan sekaligus mengerikan belum lama ini menggegerkan jagat maya, memperlihatkan betapa berbahayanya kondisi kesehatan yang kerap dianggap sepele. Seorang wanita asal Taiwan menjadi pusat perhatian setelah membagikan kisah perjuangan hidupnya melawan sembelit parah yang ia derita selama 23 tahun, sebuah durasi yang sulit dibayangkan bagi siapapun yang mendengarnya.
Kisah ini pertama kali mencuat melalui platform diskusi Dcard. Sang wanita menceritakan bahwa sejak masa kanak-kanak, aktivitas sederhana seperti buang air besar (BAB) adalah sebuah siksaan batin dan fisik. Ia kerap menghabiskan waktu hingga dua jam hanya untuk berjongkok di toilet tanpa hasil yang memuaskan. Upaya alami pun telah dilakukan secara maksimal. Bayangkan saja, dalam satu minggu, ia sanggup melahap tujuh buah pepaya ukuran besar dan dua buah naga, namun sistem pencernaannya seolah telah membeku dan menolak untuk bekerja secara normal.
Anomali Medis yang Bikin Merinding
Lelah dengan penderitaan yang tak kunjung usai, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan mendalam di rumah sakit. Saat itulah tabir misteri di balik perutnya terungkap. Melalui hasil foto rontgen atau X-ray, tim medis dikejutkan oleh pemandangan yang tidak lazim: posisi usus besar (kolon) wanita tersebut telah berpindah secara ekstrem.
Akibat tumpukan feses yang membatu selama puluhan tahun, ususnya mengalami pemanjangan drastis dan terdorong ke atas melewati batas rongga perut. Bahkan, bagian ujung kolon tersebut terlihat hampir menyentuh area jantung di rongga dada. Kondisi masalah pencernaan ini juga mengakibatkan usus besarnya kehilangan kerutan alami (haustra) karena terus-menerus meregang akibat tekanan kotoran yang tersumbat.
Dilema di Meja Operasi
Para dokter yang menangani kasus langka ini menyatakan bahwa pengobatan konvensional atau pencahar tidak akan lagi mempan. Solusi satu-satunya yang ditawarkan adalah prosedur operasi besar berupa kolektomi total, yaitu pengangkatan seluruh bagian usus besar. Meski dokter memberikan secercah harapan bahwa ususnya belum sampai mengganggu kinerja jantung, risiko komplikasi pasca-operasi tetap membayangi pikiran sang pasien.
Hingga saat ini, kisah tersebut terus menjadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Keberanian wanita ini dalam membagikan hasil rontgennya yang tidak biasa menjadi peringatan bahwa konstipasi kronis bukan sekadar masalah perut kembung, melainkan bom waktu yang bisa mengubah anatomi tubuh manusia secara drastis.