Inspirasi dari Sleman: Program ‘Caping’ Ajak Calon Pengantin Jaga Alam Lewat Ekoteologi
Selasa, 14 Apr 2026 14:35 WIB
Kabarmalam.com — Memasuki babak baru dalam kehidupan rumah tangga biasanya identik dengan kesibukan mengurus dokumen administratif di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, pemandangan berbeda justru tersaji di KUA Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana, para calon pengantin tidak hanya duduk manis menunggu giliran, tetapi justru turun langsung ke bantaran sungai untuk menebar benih kehidupan.
Filosofi di Balik Gerakan ‘Caping’
Aksi unik ini merupakan bagian dari program unggulan bertajuk Caping atau Calon Pengantin Peduli Lingkungan. Sebuah inisiatif yang lahir dari keinginan untuk menyatukan komitmen cinta antarmanusia dengan tanggung jawab terhadap alam semesta. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai spiritualitas bisa berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.
Kepala KUA Godean, Abdul Rochim, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan manifestasi dari konsep ekoteologi yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI. Menurutnya, KUA sebagai unit terkecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga ekosistem.
Lebih dari Sekadar Melepas Ikan
Program Caping tidak terbatas pada satu aktivitas saja. Terdapat tiga aksi simbolis namun berdampak besar yang dilakukan oleh para pasangan ini, antara lain:
- Penanaman Bibit Pohon: Pasangan diajak menanam bibit tanaman keras atau produktif sebagai simbol akar cinta yang kuat dan bermanfaat.
- Pelepasan Benih Ikan: Menjaga populasi air dan keberlangsungan rantai makanan di sungai-sungai lokal.
- Melepas Burung ke Alam Liar: Biasanya menggunakan jenis burung perkutut jawa untuk mengembalikan keseimbangan fauna di udara.
Seluruh rangkaian kegiatan ini diintegrasikan ke dalam jadwal Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pra-nikah, sehingga setiap pasangan mendapatkan bekal mental sekaligus bekal moral untuk menjaga alam setelah resmi menikah.
Viral dan Mendapat Atensi Netizen
Video yang memperlihatkan aksi para calon pengantin di Sleman ini mendadak viral di jagat maya, hingga telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali. Meski banyak yang memberikan apresiasi, tidak sedikit pula warganet yang memberikan masukan konstruktif. Beberapa netizen mengingatkan agar jenis ikan yang dilepas merupakan spesies lokal atau native species, guna menghindari risiko spesies invasif yang justru bisa merusak ekosistem sungai.
Menanggapi hal tersebut, pihak KUA menyambut baik masukan dari masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama. Rochim menekankan bahwa tujuan besar dari Caping adalah membangun kesadaran bagi pasangan baru agar tidak hanya terpaku pada urusan domestik, tetapi juga peka terhadap isu pengelolaan sampah dan efisiensi energi di masa depan.
Mewujudkan Lingkungan yang ASRI
Melalui langkah kecil yang dilakukan oleh para calon pengantin ini, diharapkan muncul kebiasaan baru dalam setiap rumah tangga untuk mencintai bumi. Tagline ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah) yang diusung dalam program ekoteologi ini diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan warisan yang bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
“Kami ingin program ini berkontribusi nyata bagi alam. Semoga keberkahan tidak hanya mengiringi pernikahan mereka, tetapi juga memberikan manfaat bagi sesama makhluk hidup,” pungkas Rochim. Inovasi dari Sleman ini pun diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melahirkan program serupa yang berdampak positif bagi dunia.