Viral! Kisah Pilu Wanita Taiwan 23 Tahun Alami Sembelit Parah, Ternyata Posisi Ususnya ‘Nyasar’ Hingga Dekat Jantung
Selasa, 02 Jun 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Masalah pencernaan sering kali dianggap remeh, namun bagi seorang wanita asal Taiwan bernama Yuanxi, hal ini menjadi mimpi buruk yang menghantuinya selama 23 tahun. Bukan sekadar gangguan perut biasa, Yuanxi mengalami kondisi medis langka di mana usus besarnya berpindah tempat secara ekstrem akibat sembelit kronis yang tak kunjung sembuh.
Kisah perjuangan Yuanxi ini awalnya mencuat di platform media sosial Taiwan, Dcard, pada tahun 2021 silam. Namun belakangan, unggahan tersebut kembali mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah foto rontgen miliknya tersebar luas. Foto tersebut menunjukkan anomali yang membuat siapa pun yang melihatnya bergidik ngeri.
Anomali Medis: Usus yang ‘Mendaki’ ke Rongga Dada
Berdasarkan laporan media lokal Taiwan, SETN, Yuanxi akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan intensif menggunakan sinar-X setelah merasa tidak sanggup lagi memikul beban fisik akibat sembelit parah yang ia derita sejak kecil. Hasil pemeriksaan tersebut mengungkap fakta mengejutkan: posisi usus besar (kolon) miliknya telah bergeser dan memanjang secara drastis.
Alih-alih berada di posisi normal di area perut bawah, usus Yuanxi melesat ke atas, melewati batas diafragma, dan hampir menyentuh rongga dada di dekat jantung. Fenomena ini dipicu oleh penumpukan feses selama puluhan tahun yang memaksa usus meregang secara konstan. Akibatnya, bagian akhir usus besarnya kehilangan kerutan alami karena terlalu sering menampung beban kotoran yang membeku.
Rekor 17 Hari Tanpa BAB dan Usaha yang Sia-sia
Penderitaan Yuanxi bukan tanpa usaha. Ia mengaku telah mencoba berbagai metode demi mendapatkan kesehatan usus yang normal. Ia bahkan memiliki catatan kelam berupa ‘rekor pribadi’ tidak bisa buang air besar (BAB) selama 17 hari berturut-turut.
“Saya sudah mencoba segalanya. Mulai dari mengonsumsi makanan tinggi serat, minum air putih dalam jumlah banyak, hingga mengonsumsi enzim pepaya. Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya besar dan dua buah naga dalam seminggu, tapi hasilnya nol. Saya tetap tidak bisa BAB,” ungkapnya dengan nada putus asa dalam unggahan aslinya.
Kebiasaan jongkok di toilet selama satu hingga dua jam setiap hari menjadi rutinitas menyakitkan yang harus ia jalani. Meskipun banyak dokter yang ia temui sejak kecil hanya menyarankan untuk menambah asupan serat dan air, kondisi fisiknya menunjukkan bahwa masalah yang ia hadapi jauh lebih kompleks daripada sekadar gangguan pencernaan biasa.
Dilema Operasi Besar
Setelah melihat hasil rontgen yang mengkhawatirkan, tim medis menyatakan bahwa satu-satunya solusi permanen bagi Yuanxi adalah melalui prosedur bedah invasif yang disebut colectomy, yaitu pengangkatan seluruh bagian usus besar. Meski dokter memberikan kepastian bahwa ususnya belum sampai mengganggu fungsi jantung, risiko operasi besar tetap membayangi pikirannya.
Hingga kabar ini viral kembali, Yuanxi dikabarkan masih merasa bimbang. Ketakutan akan komplikasi jangka panjang pasca-pembedahan membuatnya ragu untuk naik ke meja operasi. Kisah ini menjadi pengingat bagi banyak orang akan pentingnya deteksi dini terhadap keluhan masalah kesehatan yang berkelanjutan, agar penanganan yang tepat bisa dilakukan sebelum kondisi organ tubuh berubah secara permanen.