Ikuti Kami
kabarmalam.com

Antara Realita dan Mimpi: Kisah Clelia Verdier yang Kehilangan ‘Keluarga’ Usai Bangun dari Koma 3 Minggu

Jurnal | kabarmalam.com
Senin, 18 Mei 2026 13:04 WIB
Antara Realita dan Mimpi: Kisah Clelia Verdier yang Kehilangan 'Keluarga' Usai Bangun dari Koma 3 Minggu

Kabarmalam.com — Bayangkan Anda terbangun dari tidur panjang dan menyadari bahwa tujuh tahun kehidupan yang baru saja Anda lalui—lengkap dengan memori membesarkan anak dan hangatnya pelukan keluarga—hanyalah sebuah ilusi alam bawah sadar. Itulah getir yang dirasakan oleh Clelia Verdier, seorang remaja asal Lyon, Prancis, yang mengalami fenomena medis yang menggetarkan hati.

Pada tahun 2025, Clelia yang kala itu berusia 19 tahun membuka matanya setelah tiga minggu berada dalam kondisi koma. Namun, alih-alih menanyakan kondisinya sendiri atau penyebab ia berada di rumah sakit, kata-kata pertama yang keluar dari bibirnya justru membuat tim medis terpaku. Ia mencari ketiga buah hatinya.

Tujuh Tahun Kehidupan dalam Tiga Minggu Koma

Bagi dunia medis, Clelia hanya tertidur selama 21 hari. Namun bagi Clelia, ia telah menjalani kehidupan sebagai seorang ibu selama tujuh tahun penuh. Dalam ingatannya yang sangat detail, ia adalah ibu dari tiga anak kembar bernama Mila, Miles, dan Mailee. Ia mengingat dengan jelas momen menyusui, merawat mereka saat sakit, hingga rasa lelah yang membahagiakan saat mengasuh anak-anaknya.

Baca Juga  Bingung Pilih Atasan? Ini 5 Warna Baju yang Paling Cocok untuk Celana Cokelat Agar Tampil Maksimal

“Aku bisa merasakan begitu banyak hal. Saat aku bermimpi tentang proses melahirkan, aku merasakan stres dan rasa sakit yang luar biasa nyata,” kenang Clelia sebagaimana dikutip dari laporan DailyMail. Ia menceritakan bagaimana ia merasakan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) yang emosional dengan bayi-bayinya, sebuah pengalaman psikologis yang sulit ia lupakan hingga saat ini.

Duka Atas Kehilangan yang Tak Pernah Ada

Tragisnya, Clelia juga memendam duka yang mendalam karena dalam mimpinya, salah satu anaknya, Mailee, meninggal dunia tak lama setelah lahir. Ia terbangun membawa rasa bersalah dan kesedihan seorang ibu yang kehilangan anak, hanya untuk diberitahu oleh dokter bahwa ia bahkan belum pernah hamil atau menikah. Dokter mengonfirmasi bahwa seluruh memori tujuh tahun tersebut hanyalah reaksi neurologis selama ia tidak sadarkan diri.

Baca Juga  Lelah Berjuang Sendiri? Waspadai 5 Sinyal 'One-Sided Friendship' yang Bisa Menguras Energi Mental

Kondisi koma yang dialami Clelia sendiri bermula dari keputusan medis untuk menidurkannya setelah sebuah percobaan bunuh diri pada Juni 2025. Meskipun nyawanya berhasil diselamatkan, ia kini harus berjuang melawan kehampaan. “Sekarang aku merasa sangat terputus dari orang lain. Aku masih merindukan putri-putriku hingga hari ini,” ungkapnya dengan nada pilu.

Penjelasan Medis di Balik Mimpi Koma

Kasus yang dialami Clelia Verdier seringkali dikaitkan oleh publik dengan karakter fiksi Wanda Maximoff yang terjebak dalam realita buatannya sendiri. Namun, dari sudut pandang medis, para ahli neurologi menyatakan bahwa mimpi dalam kondisi koma bukanlah hal yang mustahil. Cedera otak traumatis atau pengaruh obat-obatan tertentu dapat memicu otak menciptakan narasi yang sangat kompleks dan terasa nyata.

Baca Juga  Strategi Jitu Kelola Stres: Menjaga Performa Puncak Tanpa Terjerat Burnout di Kantor

Pasien yang berada dalam kondisi koma tidak selalu berada dalam kegelapan total. Banyak yang melaporkan mengalami mimpi yang sangat detail, meskipun sangat jarang yang memiliki struktur waktu yang begitu panjang seperti yang dialami Clelia. Kini, remaja tersebut mencoba menata kembali hidupnya di dunia nyata, sembari membawa ingatan tentang ‘keluarga’ yang hanya hidup dalam relung pikirannya.

Kisah ini menjadi pengingat tentang betapa misteriusnya cara kerja otak manusia, terutama saat berada di ambang antara hidup dan mati. Bagi Clelia, meskipun dunia mengatakan anak-anaknya tidak nyata, cinta yang ia rasakan tetaplah abadi dalam memorinya.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com