Ikuti Kami
kabarmalam.com

Skandal Calo Dapur Makan Bergizi Gratis Terbongkar: Korban Rugi Nyaris 1 Miliar, Badan Gizi Nasional Beri Peringatan Keras

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 31 Mei 2026 18:34 WIB
Skandal Calo Dapur Makan Bergizi Gratis Terbongkar: Korban Rugi Nyaris 1 Miliar, Badan Gizi Nasional Beri Peringatan Ker

Kabarmalam.com — Harapan masyarakat untuk berkontribusi dalam program nasional seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Baru-baru ini, sebuah skandal kasus penipuan berkedok pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tidak main-main, kerugian yang dialami korban mencapai angka yang fantastis, yakni hampir satu miliar rupiah.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah individu melaporkan adanya praktik percaloan yang menjanjikan titik lokasi serta operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menanggapi keresahan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah tegas dengan mengklarifikasi bahwa seluruh proses birokrasi dalam program ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis.

Modus Operandi: Janji Manis di Balik Proyek Nasional

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa para pelaku menggunakan modus yang cukup rapi untuk meyakinkan korbannya. Mereka menjanjikan jaminan titik lokasi pembangunan gedung SPPG hingga kesiapan operasional dengan syarat menyerahkan sejumlah uang sebagai “pelicin”.

Baca Juga  Kunjungi Cilacap Bersama Ahmad Luthfi, Presiden Prabowo Pastikan Program Makan Bergizi dan Revitalisasi Sekolah Berjalan Maksimal

“Modus yang digunakan adalah menjanjikan titik lokasi dan pembangunan gedung yang siap beroperasi. Padahal, kami tegaskan bahwa seluruh proses pengajuan dan verifikasi SPPG yang sah tidak pernah dipungut biaya oleh Badan Gizi Nasional,” ujar Sony dalam keterangannya di hadapan awak media.

Sony juga menekankan bahwa pihak BGN tidak pernah bekerja sama dengan pihak ketiga, perantara, apalagi calo dalam mengurus persetujuan dapur Makan Bergizi Gratis. Transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program ini guna menghindari praktik korupsi dan pungutan liar.

Kerugian Korban Mencapai Rp 950 Juta

Pihak kepolisian telah bergerak cepat menangani laporan ini. Kapolres Lombok Timur, AKBP I Komang Sarjana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menetapkan satu orang terduga pelaku dengan inisial S. Berdasarkan penyelidikan awal, total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 950 juta.

Baca Juga  Dulu Sepi Peminat, Kini Prodi Gizi Jadi Primadona Kampus Berkat Program Makan Bergizi Gratis

Uang tersebut sedianya diserahkan korban dengan harapan dapat mengelola proyek dapur MBG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur. Sejak penyidikan resmi dimulai pada 21 Mei 2026, polisi terus melakukan pengembangan untuk melihat adanya potensi keterlibatan pihak lain dalam jaringan calo proyek ini.

Pesan Tegas BGN: Jangan Mudah Percaya

Beberapa korban diketahui sempat mendatangi kantor BGN pusat untuk menagih janji proyek yang tak kunjung terealisasi. Setelah mendapatkan penjelasan bahwa mereka telah ditipu, para korban diarahkan untuk segera menempuh jalur hukum. Sebagai langkah antisipasi ke depan, BGN merilis poin-poin penting yang harus dipahami oleh masyarakat luas:

  • Proses pengajuan dan verifikasi SPPG sepenuhnya gratis tanpa biaya apa pun.
  • BGN tidak pernah menunjuk individu atau organisasi tertentu sebagai perantara atau calo.
  • Tidak ada jaminan persetujuan pembangunan dapur MBG yang bisa dibeli dengan uang.
  • Seluruh informasi valid hanya dibagikan melalui kanal komunikasi resmi milik Badan Gizi Nasional.
Baca Juga  BGN Tindak Tegas Ribuan Dapur Makan Bergizi Gratis: Dari Skandal Harga hingga Ancaman Keracunan

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi ulang melalui sumber resmi dan tidak mudah tergiur oleh tawaran jasa pengurusan yang menjanjikan persetujuan instan dengan imbalan materi,” pungkas Sony menutup keterangannya. Bagi masyarakat yang menemukan indikasi serupa, diharapkan segera melapor ke pihak kepolisian terdekat atau melalui kanal pengaduan resmi pemerintah.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid