Rapor Medis Terbaru Donald Trump: Berat Badan Tembus 107 Kg di Tengah Kondisi Jantung yang ‘Awet Muda’
Sabtu, 30 Mei 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Gedung Putih secara resmi telah merilis hasil evaluasi medis tahunan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meskipun tim dokter menyatakan bahwa sang presiden berada dalam kondisi kesehatan yang tangguh untuk memimpin negara, terdapat catatan khusus mengenai pola hidupnya yang kini menjadi sorotan publik.
Dr. Sean Barbabella, dokter kepresidenan yang memimpin pemeriksaan di Walter Reed National Military Medical Center, mengonfirmasi bahwa seluruh fungsi organ vital Trump masih menunjukkan performa yang sangat prima. Dalam laporan resminya, ia menekankan bahwa kapasitas kesehatan fisik dan kognitif Trump sangat mumpuni untuk mengemban tugas sebagai Panglima Tertinggi dan Kepala Negara.
Lonjakan Berat Badan yang Menjadi Catatan
Namun, di balik rapor kesehatan yang umumnya positif tersebut, terdapat tren kenaikan berat badan yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, Trump memiliki tinggi badan sekitar 190 cm dengan berat badan mencapai 107,9 kg. Angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan pemeriksaan pada April 2025 yang mencatat beratnya di angka 101,6 kg.
Kondisi ini memicu Dr. Barbabella untuk memberikan ‘konseling pencegahan’ yang cukup ketat. Presiden disarankan untuk segera memulai program diet dan olahraga guna mengembalikan berat badannya ke batas ideal. Selain masalah angka timbangan, tim medis juga menyoroti adanya pembengkakan pada area kaki dan pergelangan kaki yang dipicu oleh insufisiensi vena kronis—sebuah kondisi di mana katup pembuluh darah tidak bekerja optimal sehingga darah cenderung mengumpul di kaki.
Anomali Jantung dan Ketajaman Kognitif
Salah satu fakta paling menarik dalam laporan medis kali ini adalah hasil analisis elektrokardiogram (EKG) yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI). Secara mengejutkan, analisis tersebut menunjukkan bahwa usia jantung Donald Trump terdeteksi 14 tahun lebih muda daripada usia kronologisnya saat ini.
Tak hanya jantung yang kuat, ketajaman mental sang presiden juga terbukti stabil. Trump berhasil menyapu bersih skor sempurna 30 dari 30 dalam Tes Penilaian Kognitif Montreal, sebuah instrumen medis yang digunakan untuk mendeteksi risiko demensia dini atau penurunan fungsi otak.
Kontroversi Konsumsi Aspirin Dosis Tinggi
Di sisi lain, laporan tersebut mengungkap kebiasaan medis Trump yang tidak biasa. Ia diketahui mengonsumsi aspirin dalam dosis tinggi, yakni 325 mg per hari. Padahal, rekomendasi medis standar untuk pencegahan penyakit jantung biasanya hanya berkisar di angka 81 mg.
Dosis tinggi ini menjadi penjelasan medis di balik munculnya memar-memar yang sering terlihat pada tangan sang presiden. Trump sendiri bersikukuh dengan kebiasaannya tersebut dengan alasan ingin menjaga darahnya tetap ‘encer’ agar mengalir lancar melalui jantung.
“Mereka lebih suka saya mengonsumsi dosis yang lebih kecil, tapi saya telah melakukannya selama bertahun-tahun. Memang dampaknya menyebabkan sedikit memar, tapi saya merasa ini yang terbaik untuk jantung saya,” ungkap Trump dalam sebuah sesi wawancara dengan Wall Street Journal.
Meskipun ada beberapa peringatan mengenai gaya hidup dan penggunaan obat-obatan tertentu, secara keseluruhan pemeriksaan fisik tahun ini memberikan lampu hijau bagi Trump untuk terus menjalankan roda pemerintahan dengan stamina yang dianggap luar biasa untuk usianya.