Ikuti Kami
kabarmalam.com

Lenteng Agung Berbenah: Proyek Kilat Perbaikan Jalan Amblas Senilai Rp 380 Juta Dikebut

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 30 Mei 2026 22:04 WIB
Lenteng Agung Berbenah: Proyek Kilat Perbaikan Jalan Amblas Senilai Rp 380 Juta Dikebut

Kabarmalam.com — Laju kendaraan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sedikit terhambat akibat proyek krusial yang tengah berlangsung. Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan saat ini sedang berpacu dengan waktu untuk memulihkan jalan amblas yang mengganggu kenyamanan publik. Tidak main-main, anggaran sebesar Rp 380 juta dialokasikan untuk memastikan struktur jalan kembali kokoh dan aman dilalui secara menyeluruh.

Target Ambisius: Senin Kembali Normal

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan strategi dua tahap guna meminimalkan dampak gangguan bagi masyarakat. Fokus utama saat ini adalah perbaikan badan jalan inti agar arus lalu lintas bisa segera pulih. Pengerjaan tahap awal ini ditargetkan rampung hanya dalam hitungan hari, sementara tahap kedua akan difokuskan pada penyelesaian area pinggir jalan.

“Anggaran total mencapai sekitar Rp 380-an juta untuk seluruh rangkaian proses selama dua minggu pengerjaan. Namun, untuk jalur utama atau badan jalannya, kami kejar selesai dalam tiga hari ini. Target kami, hari Senin besok kendaraan sudah bisa melintas dengan normal tanpa hambatan berarti,” ujar Santo saat memantau langsung lokasi proyek pada Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga  Sudin SDA Jaksel Kebut Perbaikan Jalan Amblas Lenteng Agung, Targetkan Jalur Utama Lancar dalam 3 Hari

Inovasi Material untuk Kecepatan Konstruksi

Guna mencapai target yang sangat ketat tersebut, tim di lapangan mengerahkan teknik perbaikan modern. Salah satu langkah kuncinya adalah pemasangan 10 unit box culvert yang berfungsi mengalirkan air dari saluran penghubung UI menuju Sungai Ciliwung. Penggunaan material prafabrikasi ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional untuk mempercepat aliran air di bawah jalan.

Selain itu, penggunaan beton rigid menjadi andalan dalam perbaikan jalan ini. Beton jenis ini memiliki keunggulan pada masa pengerasan yang sangat singkat namun tetap memiliki daya tahan tinggi. “Kita gunakan beton rigid yang umur kekuatannya hanya butuh 8 jam saja untuk bisa dilewati kendaraan. Area perkerasan mencapai lebar 8,5 meter, dengan total cakupan pengerjaan termasuk sisi kanan-kiri mencapai 10 meter,” tambah Santo merinci teknis pengerjaan.

Baca Juga  Gema Perang di Timur Tengah: Iran Ultimatum Donald Trump dengan Ancaman Kehancuran Total

Tantangan Utilitas dan Arus Lalu Lintas yang Padat

Meski menggunakan teknologi beton cepat kering untuk jalur utama, pengerjaan di area bahu jalan tetap dilakukan secara manual dengan pemasangan turap batu kali. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Banyaknya utilitas kabel bawah tanah dan tiang listrik di sisi jalan mengharuskan petugas bekerja ekstra hati-hati guna menghindari kerusakan infrastruktur vital lainnya.

Namun, tantangan terbesar bagi para petugas di lapangan bukanlah soal teknis semata, melainkan padatnya arus lalu lintas di Lenteng Agung yang seolah tak pernah sepi. Keterbatasan ruang gerak akibat volume kendaraan yang tinggi membuat operasional alat berat menjadi lebih terbatas dan menantang.

Baca Juga  Mengenang Fauzi Orbanta: Sosok Hangat yang Berpulang dalam Tragedi Helikopter di Kalimantan Barat

“Kendala utama jelas faktor kemacetan. Arus lalu lintasnya terlalu padat. Seandainya akses bisa ditutup total, kami tentu bisa bergerak jauh lebih leluasa dan pengerjaan bisa jauh lebih cepat lagi. Tapi kami tetap mengupayakan yang terbaik dengan ruang gerak yang ada,” ungkapnya.

Permohonan Maaf kepada Masyarakat

Menyadari ketidaknyamanan yang dirasakan warga dan para komuter, Santo menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas gangguan perjalanan yang terjadi selama proses konstruksi perbaikan crossing air ini berlangsung. Ia berharap masyarakat dapat bersabar mengingat perbaikan ini bersifat mendesak demi mencegah kerusakan jalan yang lebih parah di masa depan.

“Saya memohon maaf kepada seluruh pengguna jalan, para pengendara, hingga warga di sekitar lokasi atas kemacetan yang timbul akibat kegiatan ini. Kami terus berupaya mengejar pengerjaan agar mobilitas warga kembali lancar secepat mungkin,” pungkas Santo menutup pembicaraan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul