Ikuti Kami
kabarmalam.com

Euforia Kelulusan Berujung Pidana, Empat Pelajar di Bogor Diamankan Polisi Saat Cari Lawan

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 30 Mei 2026 16:34 WIB
Euforia Kelulusan Berujung Pidana, Empat Pelajar di Bogor Diamankan Polisi Saat Cari Lawan

Kabarmalam.com — Momen kelulusan sekolah yang seharusnya disambut dengan rasa syukur dan kegiatan positif justru dicoreng oleh aksi tidak terpuji sekelompok remaja di Kabupaten Bogor. Sebuah rombongan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) nekat menggelar konvoi provokatif yang meresahkan warga di sepanjang rute Klapanunggal hingga Cileungsi. Alih-alih merayakan prestasi akademik, mereka justru berkeliling mencari lawan untuk terlibat dalam bentrokan fisik.

Aparat kepolisian dari Polsek Cileungsi akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mengamankan empat orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Ironisnya, dari empat orang yang ditangkap, salah satunya teridentifikasi sebagai alumni yang seharusnya memberikan contoh baik bagi adik-adik kelasnya.

Provokasi Melalui Siaran Langsung Instagram

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkapkan bahwa kelompok pelajar ini bergerak secara terorganisir. Mereka memulai rute konvoi dari wilayah Klapanunggal, merangsek ke arah Jonggol, hingga akhirnya memasuki kawasan Cileungsi. Sepanjang perjalanan, mereka sengaja menyiarkan aksi tersebut secara langsung melalui media sosial Instagram.

Baca Juga  Prabowo Subianto Tegaskan Ekonomi Nasional Tetap Kokoh: Rupiah Melemah Bukan Alasan untuk Panik

“Di Instagram itu mereka sambil live dan terang-terangan mencari musuh. Karena di dalam rombongan itu ada beberapa alumni yang ikut bergabung, jadi ini bukan murni siswa yang baru lulus saja,” ujar Kompol Edison dalam keterangannya pada Sabtu (30/5/2026).

Berdasarkan pantauan petugas, para pelajar ini juga kedapatan membawa senjata tajam sebagai modal untuk menantang kelompok dari sekolah lain yang mereka temui di jalan. Namun, beruntung aksi tantang-menantang tersebut tidak mendapat respons dari pihak lawan hingga rombongan tiba di titik akhir pelarian mereka.

Kericuhan di Terminal Cileungsi dan Penangkapan

Puncak kegaduhan terjadi saat rombongan sampai di kawasan Terminal Cileungsi. Di lokasi yang padat aktivitas masyarakat tersebut, para pelajar ini menghentikan kendaraan mereka dan mulai menyalakan petasan asap secara masif. Kepulan asap yang tebal tidak hanya mengganggu pandangan pengguna jalan, tetapi juga menciptakan suasana mencekam di lokasi tersebut.

Baca Juga  Kedok Konter HP Terbongkar, Polsek Megamendung Sita Ratusan Obat Keras Golongan G di Bogor

Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, petugas kepolisian segera bergerak cepat untuk membubarkan massa. Mengetahui kedatangan polisi, para pelajar tersebut lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Meski beberapa di antaranya berhasil melarikan diri sambil membawa kembali senjata yang mereka pamerkan, polisi berhasil menciduk empat orang di lokasi kejadian.

Langkah Pembinaan dan Edukasi Orang Tua

Setelah diamankan ke markas kepolisian, keempat pemuda tersebut menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian kemudian memanggil orang tua masing-masing pelaku untuk diberikan pembinaan khusus. Polisi menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama saat momen rawan seperti pengumuman kelulusan yang kerap memicu aksi kenakalan remaja.

“Kami telah melakukan pendataan dan pembinaan. Saat ini, para pelaku sudah kami serahkan kembali kepada orang tua masing-masing dengan catatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” tutup Edison. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi institusi pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor untuk lebih memperketat pengawasan terhadap siswa mereka pasca-kelulusan agar tidak terjerumus dalam aksi kriminalitas jalanan.

Baca Juga  Sinyal Damai AS-Iran Menguat, Marco Rubio: Kesepakatan Besar di Depan Mata?
Tentang Penulis
Husnul
Husnul