Visi Besar Menkop Ferry Juliantono: Jadikan Kopdit Obor Mas NTT Sebagai Mercusuar Ekonomi Rakyat Nasional
Jumat, 29 Mei 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Langkah nyata untuk memperkuat sendi-sendi ekonomi di wilayah timur Indonesia terus digalakkan. Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak langkah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam sebuah dialog hangat bersama pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sikka, ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan instrumen vital untuk kemandirian bangsa.
Bertempat di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas, Ferry menekankan betapa krusialnya peran KDKMP dalam menghidupkan urat nadi ekonomi langsung dari unit terkecil, yakni desa. Program ini dirancang untuk menciptakan pusat ekonomi produktif yang mampu mengangkat derajat kesejahteraan warga lokal secara berkelanjutan.
Prioritas Produk Lokal dan Kekuatan Ekonomi Desa
Salah satu poin penting yang digarisbawahi oleh Menkop adalah keberpihakan pada potensi daerah. Ferry menginstruksikan agar setiap unit koperasi desa memprioritaskan penjualan barang-barang yang berasal dari produksi lokal wilayah masing-masing. Strategi ini diharapkan mampu memutar roda ekonomi di tingkat akar rumput tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan luar.
“Barang-barang yang dijajakan di KDKMP harus mengutamakan produk asli setempat,” ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026). Ia melihat potensi besar di Sikka, di mana saat ini terdapat 31 titik pembangunan KDKMP yang sedang berjalan, menandakan geliat ekonomi rakyat yang mulai tumbuh pesat.
Kopdit Obor Mas: Menuju Kebanggaan Nasional
Ferry juga menaruh harapan besar pada KSP Kopdit Obor Mas untuk naik kelas menjadi ikon koperasi tingkat nasional. Dengan catatan aset yang fantastis, hampir menyentuh angka Rp 2 triliun, Obor Mas telah membuktikan bahwa manajemen yang solid di daerah mampu bersaing di kancah yang lebih luas. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki kapasitas luar biasa dalam mengelola keuangan komunal.
Namun, Ferry juga menitipkan pesan penting terkait integritas. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan yang pesat harus diimbangi dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Koperasi, menurutnya, wajib menjadi katalisator bagi literasi keuangan masyarakat serta pengembangan usaha produktif di desa.
Sinergi ‘Kakak Asuh’ demi Kemajuan Bersama
Dalam kesempatan yang sama, Plt Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Velerianus Samador, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah sebagai ‘kakak asuh’ bagi KDKMP di NTT. Peran ini menuntut Obor Mas untuk melakukan pendampingan teknis dan manajerial agar koperasi-koperasi baru tersebut dapat berkembang dengan sehat.
“Kami merasa terhormat atas kepercayaan dari Kementerian Koperasi. Dari total 194 KDKMP yang direncanakan, kami akan melakukan pemetaan secara mendalam untuk menentukan mana yang membutuhkan pendampingan prioritas di tahap awal,” tutur Velerianus.
Momentum strategis ini turut disaksikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta Direktur Utama LPDB Krisdiyanto. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen kolektif dalam memajukan sektor UMKM dan perkoperasian sebagai pilar utama ekonomi nasional.