Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sering Dianggap Musuh, Ternyata Stres Bisa Jadi Kunci Pertumbuhan Diri

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 29 Mei 2026 17:34 WIB
Sering Dianggap Musuh, Ternyata Stres Bisa Jadi Kunci Pertumbuhan Diri

Kabarmalam.com — Selama ini, kata ‘stres’ hampir selalu dikaitkan dengan hal-hal negatif yang merugikan tubuh dan pikiran. Bayangan akan wajah kusam, insomnia, hingga risiko penyakit kronis seringkali muncul saat tekanan hidup mulai terasa menghimpit. Namun, pandangan ini tampaknya perlu sedikit digeser. Ternyata, tekanan hidup yang dikelola dengan bijak justru bisa menjadi katalisator bagi seseorang untuk terus bertumbuh dan mencapai kesehatan mental yang lebih tangguh.

Praktisi kesehatan ternama, dr. Diana Suganda, SpGK, mengungkapkan bahwa banyak orang yang belum menyadari potensi di balik tekanan. Menurutnya, stres tidak harus selalu dimusuhi, melainkan perlu dipahami sebagai ‘bahan bakar’ untuk melangkah lebih jauh. Dalam sebuah sesi diskusi yang berlangsung di Tangerang Selatan, ia menekankan pentingnya kemampuan coping mechanism atau cara kita berdamai dengan keadaan.

Baca Juga  Lebih dari Sekadar Penghalau Kantuk, Secangkir Kopi Ternyata Ampuh Redakan Stres dan Kecemasan

Keluar dari Jebakan Zona Nyaman

“Siapa sih yang tidak mengalami stres? Di hari-hari seperti sekarang, saya rasa semua orang punya bebannya masing-masing. Masalahnya adalah bagaimana kita coping with our stress,” jelas dr. Diana. Ia menambahkan bahwa pemicu stres atau stressor sebenarnya memiliki peran yang krusial bagi kemajuan hidup seseorang. Tanpa adanya desakan dari luar, manusia cenderung merasa terlalu aman dan enggan meninggalkan zona nyaman mereka.

Menurut dr. Diana, mereka yang terjebak terlalu lama dalam zona nyaman biasanya tidak akan bergerak ke mana-mana. Hal ini menyebabkan hilangnya progresivitas dan gairah untuk berkembang. Dengan adanya sedikit manajemen stres yang sehat, seseorang dipaksa untuk berpikir lebih kreatif dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi.

Baca Juga  Skandal Pelecehan Digital di FH UI: Membedah Luka Psikologis yang Tak Kasat Mata

Metode Pelepasan Stres yang Efektif

Meski stres memiliki sisi positif, dr. Diana mengingatkan bahwa porsinya harus tetap terkendali. Stres yang berlebihan tanpa adanya pelepasan yang tepat justru akan merusak sistem metabolisme tubuh. Ia menyarankan agar tekanan tersebut dialihkan melalui aktivitas yang konstruktif.

  • Aktivitas Fisik: Olahraga teratur membantu melepaskan hormon endorfin yang mampu memperbaiki suasana hati secara alami.
  • Pola Makan Bergizi: Nutrisi yang tepat memberikan energi bagi otak untuk memproses masalah dengan lebih jernih dan objektif.
  • Istirahat Berkualitas: Tidur yang cukup adalah kunci utama pemulihan sel-sel tubuh yang lelah akibat aktivitas harian.

Melalui penerapan gaya hidup sehat ini, energi stres yang tadinya terasa membebani dapat diubah menjadi dorongan positif untuk berkarya dan berinovasi.

Baca Juga  Fenomena Fatherless dan Ancaman Child Grooming: Mengapa Anak Menjadi Sasaran Empuk Predator?

Pengaruh bagi Kesejahteraan Keluarga

Tak hanya berpengaruh pada individu secara personal, kemampuan mengelola emosi dan tekanan juga berdampak besar dalam lingkup keluarga. Dr. Diana menegaskan bahwa orang tua yang memiliki kontrol baik terhadap tingkat stres mereka akan menciptakan atmosfer rumah yang lebih tenang dan positif. Hal ini secara langsung akan memengaruhi stabilitas emosional serta perkembangan psikologis anak-anak mereka.

“Sangat setuju bahwa ini akan berdampak besar ke anak. Ketika orang tua mampu mengelola diri dan tetap bijak di bawah tekanan, pertumbuhan mental anak pun akan terjaga dengan baik,” pungkasnya. Dengan demikian, memandang stres sebagai tantangan untuk berkembang, dan bukan sekadar beban hidup, adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih berkualitas dan bermakna.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid