Ikuti Kami
kabarmalam.com

Penghormatan Tertinggi PBB: Medali Dag Hammarskjöld untuk Personel TNI-Polri yang Gugur di Medan Tugas

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 29 Mei 2026 17:34 WIB
Penghormatan Tertinggi PBB: Medali Dag Hammarskjöld untuk Personel TNI-Polri yang Gugur di Medan Tugas

Kabarmalam.com — Pengabdian tulus yang melampaui batas negara kembali mendapatkan apresiasi tertinggi di panggung dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadwalkan pemberian penghargaan anumerta Medali Dag Hammarskjöld bagi para penjaga perdamaian yang gugur saat mengemban misi kemanusiaan, termasuk para ksatria terbaik dari Indonesia.

Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bagian dari peringatan Hari Internasional Penjaga Perdamaian yang jatuh pada tanggal 5 Juni mendatang. Melalui keterangan resminya, Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta mengonfirmasi bahwa Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, akan memimpin langsung upacara penghormatan bagi para personel yang kehilangan nyawa sepanjang tahun 2025.

Daftar Nama Patriot Penerima Medali

Dua sosok pemberani asal Indonesia menjadi bagian dari penerima medali tahun ini. Mereka adalah Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang berjuang bersama Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), serta Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo, yang bertugas dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Baca Juga  PSI Dukung KPK Batasi Jabatan Ketum Parpol: Upaya Memutus Rantai 'Kerajaan' dan Kultus Individu

Tak hanya itu, PBB juga telah mencatat pengorbanan empat personel asal Indonesia lainnya yang gugur dalam misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah awal tahun ini. Meski baru gugur baru-baru ini, keempat prajurit tersebut dijadwalkan akan menerima medali serupa pada upacara penghargaan di tahun depan.

Seruan Keadilan dari Sekjen PBB

Secara keseluruhan, terdapat 68 personel dari berbagai belahan dunia—terdiri dari unsur militer, polisi, hingga warga sipil—yang akan dianugerahi Medali Dag Hammarskjöld tahun ini. Dalam pernyataannya, António Guterres menegaskan bahwa pasukan misi perdamaian PBB tetap menjadi instrumen paling efektif untuk menjaga stabilitas global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Baca Juga  Gebrakan Prabowo! Ini 10 Tokoh Kuat yang Bakal Rombak Institusi Polri

“Tidak boleh ada seorang pun yang kehilangan nyawa saat sedang berupaya mewujudkan perdamaian,” tegas Guterres. Ia juga mengingatkan dunia bahwa setiap serangan terhadap personel PBB adalah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Ia mendesak negara-negara anggota untuk terus memberikan dukungan politik dan finansial yang kokoh guna menjamin keamanan para petugas di lapangan.

Indonesia: Pilar Utama Perdamaian Dunia

Catatan membanggakan ditunjukkan oleh Indonesia yang konsisten berada di barisan terdepan misi kemanusiaan global. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat keenam sebagai kontributor terbesar bagi pasukan perdamaian PBB di seluruh dunia. Lebih dari 2.000 personel TNI dan Polri, termasuk 156 personel perempuan hebat, dikerahkan ke berbagai titik konflik di penjuru bumi.

Baca Juga  Insiden Pagi di Cileungsi: Truk Boks Hilang Kendali, Hantam Tiang Listrik dan Pemotor Hingga Ringsek

Langkah diplomasi melalui pengiriman pasukan ini membuktikan komitmen kuat Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul