Ikuti Kami
kabarmalam.com

Awas! Berawal dari Telinga Berdenging, Wanita Berusia 22 Tahun Ini Ternyata Alami Stroke Mendadak

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 29 Mei 2026 06:34 WIB
Awas! Berawal dari Telinga Berdenging, Wanita Berusia 22 Tahun Ini Ternyata Alami Stroke Mendadak

Kabarmalam.com — Usia muda seringkali dianggap sebagai masa keemasan di mana tubuh berada dalam kondisi paling prima. Namun, kisah Aubrey Hasley, seorang wanita berusia 22 tahun, menjadi pengingat keras bahwa penyakit mematikan seperti stroke tidak lagi memandang usia. Siapa sangka, malapetaka kesehatan yang dialaminya bermula dari hal yang sering dianggap sepele: telinga yang berdenging.

Awal Mula Gejala yang Tak Terduga

Kejadian ini bermula pada Juni 2024 silam. Aubrey menceritakan bagaimana kehidupannya berubah dalam sekejap ketika telinganya mulai mengeluarkan suara berdenging yang sangat keras. Ia menggambarkan sensasi tersebut seperti suara getaran yang muncul saat sebuah mikrofon diletakkan terlalu dekat dengan pengeras suara. Suara itu begitu mengganggu hingga membuatnya merasa ketakutan, meski awalnya hanya berlangsung selama beberapa detik.

Baca Juga  Investasi Kesehatan Sejak Dini: 5 Kebiasaan di Usia 20-30 yang Ampuh Tangkis Risiko Mati Muda

Tak lama setelah suara berdenging itu mereda, Aubrey mulai merasakan sakit kepala yang hebat. Karena memiliki riwayat migrain dengan aura, ia awalnya menduga bahwa ini hanyalah serangan rutin biasa. Ia pun memutuskan untuk beristirahat dan tidur siang, berharap rasa sakitnya akan hilang saat terbangun. Namun, kenyataannya justru sebaliknya; kondisinya kian memburuk dengan rasa pusing yang luar biasa hingga ruangan terasa berputar.

Menyadari Gejala Stroke di Usia Muda

Meski bekerja paruh waktu di sebuah rumah sakit dan cukup akrab dengan dunia medis, Aubrey sempat merasa ragu. Ia sempat menduga dirinya terkena vertigo, namun di sisi lain, ia menyadari bahwa tubuhnya menunjukkan beberapa gejala stroke klasik. “Saya tidak menyangka hal itu bisa terjadi pada orang semuda saya, dan saya tidak ingin terlihat dramatis,” ungkapnya mengenang momen keraguan tersebut.

Baca Juga  Waspada 'Silent Killer'! Hipertensi pada Anak Muda Picu Risiko Komplikasi Jantung dan Ginjal Lebih Dini

Sayangnya, waktu terus berjalan dan kondisi fisiknya semakin merosot tajam. Wajah Aubrey mulai terlihat terkulai di satu sisi, bicaranya menjadi cadel, dan ia bahkan kehilangan kemampuan untuk berjalan. Tak hanya itu, ia mengalami penglihatan ganda yang membuatnya harus memejamkan mata sepanjang hari karena rasa mual yang tak tertahankan jika melihat cahaya atau objek.

Tindakan Medis Darurat dan Penyebab Tersembunyi

Melihat kondisi sang anak yang mengkhawatirkan, ibu Aubrey segera membawanya ke Endeavor Health Northwest Community Hospital. Di sana, tim medis bergerak cepat melakukan serangkaian tes motorik yang gagal dilakukan oleh Aubrey. Diagnosis pun tegak: Aubrey sedang mengalami serangan stroke.

Dr. Mohammad Anadani, Kepala Layanan Neuroendovaskular, segera mengambil tindakan trombektomi, sebuah prosedur operasi untuk mengangkat gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak Aubrey. Operasi tersebut berjalan sukses. Setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari, Aubrey akhirnya diperbolehkan pulang dengan proses pemulihan yang tergolong cukup cepat.

Baca Juga  Mitos Ikan Lele Bengkok Saat Digoreng: Benarkah Tanda Pakan Tak Higienis? Ini Penjelasannya

Setelah ditelusuri lebih lanjut, dokter menemukan faktor pemicu yang cukup mengejutkan. Aubrey ternyata memiliki kondisi medis yang disebut Patent Foramen Ovale (PFO), yakni sebuah lubang kecil di jantung yang tidak menutup dengan sempurna sejak lahir. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi pil KB juga disebut sebagai faktor yang meningkatkan risiko stroke pada dirinya. Kisah Aubrey kini menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih peka terhadap sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh, sekecil apa pun itu.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid