Mitos Ikan Lele Bengkok Saat Digoreng: Benarkah Tanda Pakan Tak Higienis? Ini Penjelasannya
Senin, 04 Mei 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Di balik populernya sajian pecel lele yang merakyat, ternyata masih terselip berbagai mitos yang seringkali membuat konsumen merasa was-was. Salah satu anggapan yang paling sering terdengar adalah mengenai bentuk fisik ikan lele saat dimasak. Banyak yang percaya bahwa jika tubuh ikan lele melengkung atau bengkok saat digoreng, itu merupakan pertanda kuat bahwa ikan tersebut mengonsumsi pakan yang kotor atau dipelihara di lingkungan yang tidak sehat.
Namun, benarkah demikian? Sebagai media yang berkomitmen menyajikan informasi akurat, Kabarmalam.com mencoba menelusuri fakta di balik fenomena dapur ini. Faktanya, secara biologis dan teknis, sama sekali tidak ada kaitan antara kelenturan tubuh ikan saat terkena minyak panas dengan kualitas pakan yang diberikan selama masa pertumbuhan.
Mengapa Ikan Lele Bisa Bengkok Saat Digoreng?
Perubahan bentuk ikan saat masuk ke dalam penggorengan lebih disebabkan oleh reaksi fisiologis otot ikan terhadap suhu tinggi. Kontraksi otot yang mendadak akibat panas yang ekstrem seringkali membuat tulang belakang ikan tertarik, sehingga menciptakan efek melengkung. Hal ini adalah proses alami yang terjadi pada banyak jenis ikan dengan tekstur daging tertentu, dan bukan merupakan indikator kualitas pakan yang buruk.
Banyak masyarakat yang masih terjebak pada stigma lama mengenai budidaya ikan ini. Padahal, para pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) telah berulang kali menegaskan bahwa dunia budidaya perikanan di Indonesia telah mengalami transformasi besar. Saat ini, penggunaan teknologi modern seperti sistem bioflok memastikan bahwa ikan lele dibesarkan dalam kondisi air yang terkontrol dan pakan pellet yang bernutrisi tinggi.
Tips Memilih Ikan Lele yang Berkualitas
Alih-alih terpaku pada mitos ikan melengkung, ada baiknya konsumen lebih jeli dalam membedakan mana ikan yang benar-benar segar dan layak konsumsi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan pangan keluarga Anda:
- Aroma Ikan: Ikan lele yang baik tidak akan mengeluarkan bau lumpur yang menyengat atau aroma busuk.
- Kondisi Kulit: Pastikan permukaan kulit ikan tidak terdapat luka, bercak kemerahan, atau lendir yang berlebihan dan berwarna keruh.
- Tekstur Daging: Saat ditekan, daging ikan yang segar akan terasa kenyal dan segera kembali ke bentuk semula.
- Kelincahan: Jika membeli dalam keadaan hidup, pilihlah ikan yang aktif bergerak.
Dengan memahami fakta medis dan teknis ini, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu untuk mengonsumsi protein hewani yang terjangkau ini. Penting bagi kita untuk selalu melakukan cek fakta sebelum mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan apa yang kita konsumsi sehari-hari.