Tragedi di Balik Ibadah Kurban: Juli Hermanto Tewas Terseret Arus Saat Cuci Usus Sapi di Anak Sungai Musi
Kamis, 28 Mei 2026 05:04 WIB
Kabarmalam.com — Suasana khidmat perayaan kurban di Kota Palembang berubah menjadi duka mendalam. Seorang pria bernama Juli Hermanto (40), warga Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah terseret arus deras di aliran anak Sungai Musi. Insiden memilukan ini terjadi saat korban tengah membantu membersihkan jeroan sapi kurban milik kerabatnya.
Kronologi Kejadian: Salah Perkiraan Kedalaman Air
Peristiwa ini bermula ketika Juli, ditemani rekannya Gunawan (30), bergegas menuju tepian anak sungai di kawasan Jembatan Ratu pada Rabu siang sekitar pukul 11.30 WIB. Keduanya bermaksud mencuci usus hewan kurban agar lebih bersih sebelum diolah. Namun, malang tak dapat ditolak, Juli yang mengira perairan tersebut cukup dangkal, memutuskan untuk melangkah lebih ke tengah sungai.
Nahas, arus bawah sungai yang kuat seketika menarik tubuh Juli. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diduga kehilangan keseimbangan dan tidak mampu melawan derasnya arus sungai karena tidak mahir berenang. Juli pun menghilang dari permukaan air dalam waktu singkat, meninggalkan rekan dan warga sekitar dalam kepanikan.
Evakuasi dan Penjelasan Pihak Kepolisian
Setelah dilakukan pencarian intensif oleh warga dan pihak berwenang, jasad Juli akhirnya berhasil ditemukan. Sayangnya, nyawa pria malang tersebut sudah tidak tertolong lagi. Jenazah korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bari Palembang untuk pemeriksaan medis sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Aditian Ammar, mengonfirmasi insiden tragis tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa faktor ketidakmampuan korban untuk berenang menjadi penyebab utama Juli tidak bisa menyelamatkan diri saat terseret arus.
“Korban diduga tidak bisa berenang sehingga langsung terbawa arus sungai yang saat itu cukup deras. Saat ditemukan, yang bersangkutan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Ammar saat memberikan keterangan resmi.
Duka di Rumah Korban
Saat ini, suasana haru menyelimuti rumah duka di kawasan Seberang Ulu. Pihak keluarga tidak menyangka bahwa niat tulus korban untuk membantu proses pemotongan kurban akan berakhir menjadi hari terakhirnya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sungai Musi, untuk selalu waspada terhadap perubahan arus sungai yang sulit diprediksi, terutama saat melakukan aktivitas di tepian air.