Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ketegangan Gaza Memuncak: Israel Klaim Tewaskan Mohammed Odeh, Pemimpin Baru Sayap Militer Hamas

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 28 Mei 2026 04:34 WIB
Ketegangan Gaza Memuncak: Israel Klaim Tewaskan Mohammed Odeh, Pemimpin Baru Sayap Militer Hamas

Kabarmalam.com — Gelombang serangan udara yang dilancarkan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban dari jajaran elit kelompok perlawanan Palestina. Israel secara resmi mengklaim telah melumpuhkan Mohammed Odeh, sosok yang baru saja didapuk sebagai pucuk pimpinan sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam. Operasi ini menandai babak baru dalam perburuan sistematis Tel Aviv terhadap para pemimpin faksi bersenjata di wilayah tersebut.

Target Strategis di Tengah Gencatan Senjata

Meskipun isu mengenai gencatan senjata terus bergulir, nyatanya mesin perang Israel tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan mematikan tersebut terjadi pada Selasa malam, bertepatan dengan suasana hari raya Idul Adha yang seharusnya penuh kedamaian. Mohammed Odeh menjadi pemimpin keempat Brigade Al-Qassam yang gugur dalam operasi militer Israel sejak pecahnya perang besar pada Oktober 2023 lalu.

Baca Juga  Revolusi Layanan Korlantas: Menhub Dudy Purwagandhi Puji Inovasi SIM Digital dan ETLE Drone

Dalam sebuah pernyataan gabungan yang dirilis oleh militer Israel bersama badan keamanan domestik Shin Bet, disebutkan bahwa Odeh tewas hanya berselang beberapa minggu setelah dirinya diangkat menggantikan pendahulunya, Ezzedine al-Haddad, yang juga terbunuh pada pertengahan Mei. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya rotasi kepemimpinan di internal Hamas akibat intensitas serangan yang menyasar komando militer mereka.

Duka di Tengah Perayaan Idul Adha

Pihak sayap bersenjata Hamas sendiri telah mengonfirmasi kemartiran pemimpin mereka. Dalam narasi yang penuh dengan nuansa kepahlawanan, Brigade Al-Qassam menyebut Odeh sebagai salah satu pemimpin terkemuka yang gugur dalam apa yang mereka istilahkan sebagai “operasi pengecut”. Namun, tragedi ini tidak hanya menyasar target militer semata.

Baca Juga  Gencatan Senjata Terkoyak, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara di Lebanon Selatan

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa serangan rudal tersebut juga merenggut nyawa keluarga Odeh. Tercatat istri dan tiga anaknya turut menjadi korban, termasuk dua putra dewasa dan seorang putri yang masih di bawah umur. Bassem Abu Odeh, kerabat mendiang, mengungkapkan rasa pedihnya dengan menyebut bahwa keluarga tersebut semula tengah bersiap menyambut suka cita Idul Adha sebelum rudal Israel menghantam kediaman mereka.

Penghormatan Terakhir di Gaza City

Suasana haru menyelimuti Kota Gaza pada Rabu pagi saat prosesi pemakaman berlangsung. Ratusan pelayat menyemut di jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir bagi sang komandan dan keluarganya. Sebuah senjata AK-47 yang diletakkan di atas jenazah Odeh menjadi simbol perlawanan yang tetap berkobar meski pimpinan mereka bertumbangan.

Baca Juga  Kesaksian Memilukan Chiki Fawzi: Ungkap Intimidasi Brutal Militer Israel Terhadap Relawan Gaza

Hingga saat ini, situasi di perbatasan tetap tegang. Israel tampaknya masih teguh pada strateginya untuk melumpuhkan struktur komando Hamas hingga ke akar-akarnya, sementara kelompok perlawanan di Palestina menegaskan bahwa setiap pemimpin yang gugur akan digantikan oleh ribuan pejuang baru yang siap melanjutkan perjuangan di medan konflik Gaza.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul