Ikuti Kami
kabarmalam.com

Aksi Nyata PDIP Jatim: Tebar 485 Sapi Kurban untuk Wong Cilik dan Panti Asuhan

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 27 Mei 2026 15:04 WIB
Aksi Nyata PDIP Jatim: Tebar 485 Sapi Kurban untuk Wong Cilik dan Panti Asuhan

Kabarmalam.com — Semangat gotong royong kembali berdenyut kencang di wilayah Jawa Timur menjelang perayaan hari besar keagamaan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur secara resmi menginisiasi pembagian 485 ekor sapi kurban yang disebar secara masif ke berbagai titik strategis di seluruh pelosok provinsi.

Sentuhan Kepedulian untuk Akar Rumput

Langkah nyata ini tidak hanya menyasar kantor-kantor DPC di 38 kabupaten/kota, tetapi juga merambah ke pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, masjid, hingga panti asuhan. Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, menegaskan bahwa distribusi hewan kurban ini merupakan wujud konkret dari komitmen partai terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Baca Juga  Refleksi May Day, Megawati: Kaum Buruh Adalah Poros Utama Kemandirian Bangsa, Bukan Sekadar Angka Ekonomi

“Sebanyak 485 sapi telah kami salurkan melalui jaringan partai, pesantren, hingga masjid. Khusus untuk penyembelihan di kantor-kantor DPC, dagingnya akan diprioritaskan bagi warga miskin di lingkungan sekitar dan anak-anak di panti asuhan agar semua merasakan berkah yang sama,” ujar Said dalam keterangan resminya.

Menjawab Ironi Konsumsi Daging di Jawa Timur

Di balik kemeriahan ritual kurban, Said menyoroti sebuah realitas sosial yang cukup kontras di wilayahnya. Meski Jawa Timur menyandang status sebagai lumbung ternak nasional dengan produksi daging mencapai lebih dari 100 ribu ton per tahun, tingkat konsumsi daging masyarakat prasejahtera di sana justru masih tergolong sangat minim.

Data memperlihatkan bahwa rata-rata warga Jatim hanya mengonsumsi 6 hingga 9 gram daging sapi per kapita setiap minggunya. Angka ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan standar global yang mencapai 150-200 gram. “Bagi keluarga yang hidup dengan keterbatasan, mengonsumsi daging sapi adalah sebuah kemewahan yang jarang terjadi. Melalui momen ini, kami membulatkan niat agar warga miskin bisa bersuka cita menikmati hidangan bergizi,” imbuh Said.

Baca Juga  Bongkar Bisnis Gelap di Apartemen Tangerang, Polda Metro Jaya Sita Ratusan Cartridge Narkotika Etomidate

Idul Adha sebagai Jembatan Spiritual dan Sosial

Lebih jauh, Said menjelaskan bahwa momen Idul Adha harus dimaknai sebagai ibadah yang menyeimbangkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab sosial. Terlebih lagi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 64,4% penduduk Jawa Timur bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu dan minim jaminan kesejahteraan.

“Kami bergerak dengan semangat gotong royong dari rezeki yang kami terima. Kami ingin merajut kembali tenunan sosial agar identitas sebagai partai wong cilik tetap terjaga dengan berbagi bersama masyarakat,” pungkasnya. Harapannya, aksi solidaritas ini mampu memperkuat kebersamaan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul