Aksi Arogan Pengamen Waria di Solo Berujung Penangkapan Usai Tampar Pengunjung Restoran
Rabu, 27 Mei 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana makan malam yang tenang di sebuah warung nasi padang kawasan Singosaren, Solo, mendadak berubah menjadi ketegangan. Seorang pengamen waria yang dikenal dengan inisial SD alias Manohara (45) terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib setelah aksi arogannya memicu kegaduhan di ruang publik.
Insiden bermula ketika Manohara menghampiri salah satu meja pelanggan wanita untuk meminta uang. Namun, karena tidak diberikan receh, pelaku justru tersulut emosi. Tak sekadar memaki dengan kata-kata kasar, Manohara nekat melayangkan tamparan keras ke arah kepala korban, sebuah tindakan fisik yang mengejutkan pengunjung lainnya di lokasi peristiwa Solo tersebut.
Viral di Media Sosial dan Respon Cepat Petugas
Kejadian ini pun langsung menjadi buah bibir setelah korban menceritakan pengalaman traumatisnya di media sosial. Tidak tinggal diam atas perlakukan kasar tersebut, korban segera menghubungi call center Satpol PP Solo untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden itu terjadi pada Selasa (26/5) malam. Berdasarkan kesaksian, pelaku sempat ‘misuh-misuh’ atau memaki sebelum akhirnya melakukan kontak fisik yang tidak semestinya kepada pengunjung wanita tersebut.
“Korban merasa terancam dan ketakutan karena aksi fisik yang dilakukan pelaku cukup keras. Setelah menerima laporan, tim kami segera bergerak untuk melakukan penyisiran,” ungkap Didik saat memberikan keterangan terkait gangguan ketertiban umum ini.
Pengejaran Berakhir di Kawasan Jebres
Meski sempat melarikan diri dari lokasi kejadian di Singosaren, pelarian Manohara tidak berlangsung lama. Petugas yang sudah mengantongi ciri-ciri pelaku melakukan penyisiran intensif ke berbagai titik yang biasa menjadi tempat mangkal para pengamen jalanan di Kota Bengawan.
Pengejaran akhirnya membuahkan hasil di kawasan belakang Kampus UNS, Jebres. Petugas mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti untuk kemudian diberikan pembinaan dan diproses sesuai prosedur. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna jasa jalanan untuk tetap menjaga etika dan bagi masyarakat untuk selalu waspada saat berada di tempat wisata kuliner atau fasilitas publik lainnya.