Investasi Kesehatan Keluarga, AQUA Inisiasi Program Edukasi Hidrasi Berkualitas di Berbagai Rumah Sakit
Selasa, 26 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Menjaga kesehatan keluarga sering kali dimulai dari kebiasaan paling mendasar, yaitu memastikan asupan air minum yang aman dan berkualitas. Menyadari krusialnya hal tersebut, AQUA bersinergi dengan platform komunitas The Asian Parents meluncurkan inisiatif bertajuk ‘AQUA Goes to Hospital: Langkah Sehat Keluarga Adem’. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya hidrasi sehat bagi masyarakat luas.
Langkah Nyata Melindungi Kesehatan Keluarga
Inisiatif ambisius ini dijadwalkan berlangsung di jaringan rumah sakit besar di Jakarta dan sekitarnya mulai April hingga Desember 2026. Salah satu rangkaian acaranya telah sukses digelar di RS Mitra Keluarga Bintaro dengan mengusung tema ‘Langkah Kecil, Dampak Besar: Tips Pilih Hidrasi Terbaik untuk Keluarga’. Di sana, para orang tua diajak berdiskusi langsung dengan para pakar mengenai kriteria air minum yang layak konsumsi.
Marketing Manager AQUA, Fella Falencia, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peran ibu sebagai pengambil keputusan utama di rumah. “Kami ingin membantu para ibu menentukan pilihan terbaik. Memilih air minum yang aman bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, melainkan sebuah investasi kesehatan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Fella dalam keterangan tertulisnya.
Ancaman Dehidrasi dan Risiko Kontaminasi
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kesadaran akan kecukupan cairan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Dr. Adelina Haryono, SpGK, AIFO-K, Spesialis Gizi Klinis dari RS Mitra Keluarga Bintaro, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. Sekitar satu dari lima anak dan remaja, serta satu dari empat orang dewasa, ternyata masih kekurangan asupan air harian.
“Tubuh manusia terdiri dari 50-60 persen air. Cairan ini berperan vital dalam pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan fungsi organ. Sangat penting untuk tidak menunggu haus sebelum minum,” jelas dr. Adelina. Secara umum, anak-anak membutuhkan sekitar 1,2 hingga 1,5 liter air per hari, sementara orang dewasa memerlukan 1,8 hingga 2 liter.
Tak hanya soal kuantitas, kualitas air juga menjadi sorotan tajam. Dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, dari Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, memperingatkan bahwa merebus air saja tidak cukup jika sumber airnya sudah tercemar logam berat. Berdasarkan Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT), 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri E. coli.
Kaitan Kualitas Air dengan Risiko Stunting
Dampak dari konsumsi air yang tidak higienis ternyata jauh lebih serius bagi tumbuh kembang anak. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal internasional menunjukkan bahwa paparan rutin terhadap air yang terkontaminasi bakteri meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali lipat.
“Kontaminasi mikrobiologis ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Jika dibiarkan, hal ini akan memengaruhi tinggi badan, daya ingat, hingga performa akademik anak di sekolah nanti,” tambah dr. Tria. Oleh karena itu, memilih air mineral berkualitas menjadi langkah preventif yang tidak bisa ditawar.
Peran Ibu Sebagai ‘Menteri Kesehatan’ Rumah Tangga
Dalam kesempatan yang sama, sosok Ibu Bijak AQUA, Almiranti Fira, berbagi perspektif mengenai cara membangun kebiasaan minum air putih di rumah. Menurutnya, ibu memegang peranan sentral sebagai contoh bagi anak-anak.
“Ibu itu ibarat menteri kesehatan bagi keluarga. Anak-anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Untuk itu, saya selalu memastikan air minum berkualitas mudah dijangkau dan membuat jadwal minum yang konsisten tanpa harus memaksa,” tutur Fira.
Melalui rangkaian program ‘Goes to Hospital’ ini, diharapkan tercipta perubahan perilaku sederhana namun berdampak masif bagi kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan.