Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tekad Malaysia Seret Israel ke Mahkamah Internasional: Usut Tuntas Penculikan dan Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 25 Mei 2026 13:34 WIB
Tekad Malaysia Seret Israel ke Mahkamah Internasional: Usut Tuntas Penculikan dan Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotil

Kabarmalam.com — Pemerintah Malaysia menegaskan posisinya di panggung dunia dengan mempersiapkan gugatan hukum terhadap Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ). Langkah diplomatik yang berani ini diambil menyusul laporan memilukan mengenai tindakan penculikan dan penyiksaan yang dialami oleh para aktivis kemanusiaan di atas kapal Global Sumud Flotilla, yang melibatkan warga negara Malaysia dalam misi menembus blokade Gaza.

Kepala Menteri Selangor, Amirudin Shari, mengungkapkan bahwa Kuala Lumpur tidak akan tinggal diam melihat warganya diperlakukan secara tidak manusiawi. Menurutnya, proses hukum akan segera digulirkan begitu tim pengacara menyelesaikan pengumpulan bukti-bukti autentik yang memperkuat tuduhan pelanggaran hukum internasional oleh pasukan keamanan Israel.

Tragedi di Perairan Internasional

Peristiwa ini bermula ketika lebih dari 400 aktivis dari berbagai penjuru dunia, yang tergabung dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla, dihadang dan ditangkap secara paksa di perairan internasional. Misi yang awalnya bertujuan murni untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut justru berakhir dengan kekerasan.

Baca Juga  Kesaksian Pilu Relawan Flotilla: Cerita di Balik Siksaan dan Intimidasi Militer Israel yang Mengguncang Jiwa

“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Tekanan diplomatik akan terus kami lancarkan,” tegas Amirudin saat menyambut kepulangan para pejuang kemanusiaan tersebut di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Ia menambahkan bahwa para aktivis diduga mengalami penculikan berulang kali serta tindakan penyiksaan selama berada dalam tahanan Israel.

Dugaan Kekerasan dan Pelecehan

Kabar mengenai kondisi para aktivis selama masa penahanan sangat mengejutkan publik. Selain kekerasan fisik, muncul pula laporan mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh peserta flotilla. Hal inilah yang menjadi salah satu landasan kuat bagi pemerintah Malaysia untuk membawa kasus ini ke meja hijau Mahkamah Internasional.

Amirudin menegaskan bahwa pengumpulan dokumentasi mengenai pelanggaran hukum internasional ini dilakukan dengan sangat teliti. “Mereka diculik lebih dari satu kali, mereka disiksa. Kami akan membawa keadilan ini ke tingkat internasional dan memastikan dunia melihat apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dengan nada bicara yang penuh komitmen.

Baca Juga  Babak Baru Hubungan Tel Aviv-Beirut: Israel Buka Pintu Negosiasi dengan Syarat Pelucutan Senjata Hizbullah

Komitmen Berkelanjutan untuk Palestina

Meski misi Global Sumud Flotilla 2.0 telah usai, semangat perlawanan terhadap penindasan di Palestina tidak akan surut. Malaysia bahkan berencana untuk menjadi tuan rumah konferensi internasional guna memperkuat advokasi terhadap isu-isu kemanusiaan di Palestina.

Lebih jauh lagi, rencana untuk meluncurkan misi Global Sumud Flotilla 3.0 sudah mulai dibicarakan. Perjuangan ini disebut akan terus berlanjut hingga blokade yang melumpuhkan Gaza benar-benar dicabut. Malaysia berdiri teguh, bukan hanya sebagai pendukung secara moral, tetapi juga sebagai aktor aktif yang mengejar keadilan hukum di kancah global bagi para aktivis kemanusiaan yang menjadi korban kebrutalan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul