Ikuti Kami
kabarmalam.com

Gen Z Wajib Waspada! Pakar UI Ungkap Gejala Pencernaan yang Bisa Memicu Kanker Usus Besar

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 25 Mei 2026 18:05 WIB
Gen Z Wajib Waspada! Pakar UI Ungkap Gejala Pencernaan yang Bisa Memicu Kanker Usus Besar

Kabarmalam.com — Di balik gaya hidup dinamis generasi muda saat ini, terselip sebuah ancaman kesehatan yang sering kali terabaikan. Belakangan ini, para ahli mulai menaruh perhatian serius pada meningkatnya gangguan pencernaan kronis di kalangan Gen Z yang jika dibiarkan, dapat bermuara pada penyakit mematikan seperti kanker usus besar.

Mengenal IBD: Ancaman Senyap di Usia Produktif

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FK UI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, memberikan peringatan keras mengenai Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau radang usus kronis. Kondisi ini sering kali mengecoh penderitanya karena gejalanya yang menyerupai sakit perut biasa atau gangguan pencernaan ringan.

Data dari Asia-Pacific Crohn’s and Colitis Epidemiologic Study menunjukkan bahwa angka kejadian IBD di Indonesia mencapai 0,77 per 100 ribu penduduk. Meski terlihat kecil, tren ini menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kelompok usia produktif antara 15 hingga 30 tahun. Hal ini tentu menjadi alarm bagi mereka yang berada di rentang usia tersebut untuk lebih peduli terhadap kesehatan pencernaan mereka.

Baca Juga  Misi Ry Hyori Lindungi Gen Z dari Jeratan Narkoba: Jadikan Keluarga Sebagai 'Great Wall'

Dari Radang Menjadi Kanker Usus Besar

Prof Ari menjelaskan bahwa IBD bukanlah gangguan pencernaan biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya. Jika tidak dideteksi sejak dini dan mendapatkan penanganan medis yang tepat, peradangan yang berlangsung terus-menerus ini memiliki risiko tinggi bertransformasi menjadi kanker usus besar.

“Kasusnya kian meningkat di masyarakat dan dampaknya sangat merusak kualitas hidup. Pasien akan mengalami siklus diare berulang, berat badan yang terus menyusut, hingga buang air besar berdarah,” tutur Prof Ari. Ia menambahkan bahwa sekitar 10 persen kasus diare non-infeksi sebenarnya disebabkan oleh IBD, dan peradangan kronis inilah yang mempercepat potensi timbulnya sel kanker.

Gejala yang Tidak Boleh Dianggap Remeh

Agar tidak terlambat, ada beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai oleh masyarakat, khususnya anak muda. Segera lakukan pemeriksaan medis jika Anda mengalami:

  • Diare berulang yang berlangsung lebih dari dua minggu berturut-turut.
  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas.
  • Adanya darah pada feses saat buang air besar.
  • Nyeri perut kronis yang sering kambuh.
Baca Juga  Jangan Abaikan Sinyal di Kamar Mandi: Pakar Harvard Ungkap Rahasia Kesehatan Melalui Tekstur dan Kebiasaan BAB

Pola Makan: Antara Tradisi dan Makanan Olahan

Selain faktor genetik dan lingkungan, menjaga pola makan sehat memegang peranan krusial dalam mengelola risiko IBD. Prof Ari menyoroti beberapa jenis makanan yang kerap memicu kekambuhan penyakit ini. Menariknya, selain makanan modern seperti cokelat, keju, dan ultra processed food (UPF), beberapa kuliner tradisional yang tinggi lemak dan santan seperti gudeg, rendang, hingga sate juga perlu dibatasi konsumsinya bagi mereka yang berisiko.

Dengan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap gejala-gejala awal dan menjaga asupan nutrisi harian, diharapkan angka kasus kanker usus besar yang berawal dari IBD dapat ditekan sedini mungkin, demi kualitas hidup generasi masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Alarm Darurat TBC di Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap Empat Menit, Ratusan Ribu Kasus Masih Misteri
Tentang Penulis
Wahid
Wahid