Ikuti Kami
kabarmalam.com

Benarkah Kresek Hitam Pemicu Kanker? Ini Penjelasan Pakar Terkait Wadah Daging Kurban

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 25 Mei 2026 07:34 WIB
Benarkah Kresek Hitam Pemicu Kanker? Ini Penjelasan Pakar Terkait Wadah Daging Kurban

Kabarmalam.com — Setiap perayaan Idul Adha, pemandangan tumpukan daging yang dibungkus kantong plastik hitam menjadi hal yang lumrah di berbagai sudut kota hingga pelosok desa. Meski praktis dan murah, penggunaan kresek hitam sebagai wadah pangan terus menuai polemik kesehatan, terutama karena statusnya yang bukan merupakan kategori food grade. Di tengah meningkatnya kesadaran publik, banyak panitia kurban kini beralih menggunakan media alami seperti daun pisang hingga besek bambu guna menjaga kualitas daging kurban.

Antara Kebutuhan Mendesak dan Risiko Kimiawi

Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi, Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, memberikan sudut pandang yang menenangkan namun tetap waspada. Menurutnya, penggunaan plastik non-food grade dalam kondisi terpaksa sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan secara berlebihan, asalkan durasi kontaknya sangat singkat. Senyawa kimia dalam plastik biasanya baru akan bereaksi atau meluruh jika terpapar panas dalam waktu lama.

Baca Juga  Tragedi Obsesi Tubuh Ideal: Binaragawan Muda Tewas Akibat Racun Dinitrofenol dalam Suplemen Diet

“Interaksinya baru terlihat ketika ada panas atau tekanan yang membuat plastik memuai. Jika daging hanya singgah sebentar lalu segera dipindahkan ke wadah yang lebih aman sesampainya di rumah, risikonya relatif kecil,” ungkap dr. Andhika dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta. Beliau menekankan bahwa mobilitas distribusi daging kurban biasanya berlangsung cepat, di mana masyarakat umumnya langsung mengolah atau menyimpan daging tersebut ke dalam lemari es pada hari yang sama.

Ancaman Nyata dari Plastik Daur Ulang

Meskipun dr. Andhika melihat risiko jangka pendek yang minim, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, pakar teknologi pangan dari IPB, mengingatkan sisi lain dari bahaya laten kresek hitam. Kantong plastik berwarna gelap, khususnya hitam, mayoritas merupakan hasil proses daur ulang yang riwayat penggunaannya tidak jelas. Ada kemungkinan plastik tersebut berasal dari bekas wadah pestisida, limbah industri, hingga logam berat yang berbahaya bagi keamanan pangan.

Baca Juga  Demi Standar Mutu, Badan Gizi Nasional Bekukan Sementara Ribuan Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis

Secara teknis, komponen seperti polivinil klorida (PVC) yang sering ditemukan pada plastik murah dapat terlucuti dan bermigrasi ke dalam daging. Mengingat daging memiliki kadar lemak dan protein yang tinggi, penyerapan zat asing ini bisa terjadi lebih mudah dibandingkan pada bahan pangan kering. Inilah alasan mengapa standar food grade sangat ditekankan oleh pemerintah untuk menjamin kesehatan masyarakat luas.

Bukan Plastiknya, Tapi Cara Mengolahnya

Menariknya, dr. Andhika justru menyoroti hal lain yang jauh lebih berisiko memicu kanker dibandingkan sekadar kontak singkat dengan plastik. Menurutnya, pola konsumsi dan cara pengolahan daging yang salah memegang peranan lebih besar dalam ancaman penyakit kronis. Membakar daging hingga gosong (karbonisasi) atau mengonsumsi daging olahan yang mengandung bahan pengawet secara berlebihan adalah pemicu utama yang harus diwaspadai dalam gaya hidup sehat.

  • Daging Merah: Pada dasarnya tidak menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam batas wajar (kurang dari satu kilogram per minggu).
  • Daging Gosong: Bagian yang hitam akibat pembakaran mengandung zat karsinogenik yang berbahaya bagi sel tubuh.
  • Pangan Olahan (Preserved Food): Produk seperti nugget atau daging kaleng yang disimpan dalam waktu lama memiliki potensi kimiawi yang lebih tinggi untuk memicu keganasan sel.
Baca Juga  Stigma Ikan Lele 'Jorok' Masih Menghantui, Pakar IPB Beberkan Fakta Mengejutkan di Balik Kolam Modern

Kesimpulannya, jika Anda menerima daging dalam bungkus plastik hitam, langkah terbaik adalah segera mengeluarkannya dan mencuci atau memindahkannya ke wadah kaca atau plastik khusus makanan. Edukasi mengenai tips kesehatan ini sangat penting agar niat ibadah kurban berjalan selaras dengan upaya menjaga kesehatan tubuh kita dan keluarga.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid