Sinyal Bahaya di Langit Kyiv: Zelensky Ungkap Rencana Serangan Besar-besaran Rusia
Minggu, 24 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Awan gelap ketegangan kembali menyelimuti wilayah Ukraina setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi serangan udara masif yang tengah dipersiapkan oleh pihak Kremlin. Berdasarkan laporan intelijen terbaru, Rusia disebut-sebut sedang memobilisasi kekuatan persenjataan yang signifikan untuk meluncurkan gempuran dalam waktu dekat.
Kekhawatiran ini muncul di tengah eskalasi konflik yang kian memanas, menyusul laporan jatuhnya korban jiwa di wilayah Ukraina Timur yang saat ini dikuasai Rusia. Zelensky menegaskan bahwa data intelijen yang dihimpun, baik dari tim domestik maupun mitra strategis di Amerika Serikat dan Eropa, menunjukkan adanya persiapan penggunaan rudal Oreshnik—sebuah alutsista canggih yang diketahui mampu membawa hulu ledak nuklir.
Ancaman Rudal Nuklir Oreshnik
Dalam pernyataannya yang dikutip dari berbagai sumber internasional, Zelensky mengungkapkan bahwa pihak militer Ukraina sedang memantau secara intensif pergerakan di perbatasan. “Kami melihat tanda-tanda nyata adanya persiapan serangan gabungan yang melibatkan berbagai jenis persenjataan, dengan target utama termasuk ibu kota Kyiv,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya tekanan internasional terhadap Moskow agar tidak memperluas spektrum perang Ukraina ke tingkat yang lebih berbahaya.
Peringatan serupa juga divalidasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv. Melalui laman resminya, pihak kedutaan menginstruksikan warga negaranya untuk tetap waspada karena adanya informasi mengenai potensi serangan udara besar yang bisa terjadi sewaktu-waktu dalam kurun waktu 24 jam ke depan. Peringatan ini berlaku menyeluruh, mencakup seluruh wilayah kedaulatan Ukraina.
Rekam Jejak Agresi dan Respons Global
Rusia tercatat sudah dua kali menggunakan rudal Oreshnik dalam operasinya terhadap Ukraina, yakni pada November 2024 dan Januari 2026, meskipun saat itu masih menggunakan hulu ledak konvensional. Penggunaan senjata jenis ini dipandang sebagai pesan intimidasi langsung dari Presiden Vladimir Putin kepada sekutu-sekutu Ukraina di Barat.
Situasi ini kian meruncing setelah militer Rusia menggelar latihan senjata nuklir selama tiga hari yang melibatkan ribuan personel. Ketegangan fisik juga terjadi di lapangan, di mana Putin telah menjanjikan respons militer yang mematikan setelah serangan drone Ukraina di Starobilsk, wilayah Lugansk yang diduduki Rusia, yang dilaporkan memakan korban jiwa.
- Zelensky mengimbau warga untuk segera mencari perlindungan begitu sirene udara berbunyi.
- Intelijen Barat terus berkoordinasi untuk memantau titik peluncuran rudal Rusia.
- Komunitas internasional menyerukan de-eskalasi demi menghindari krisis kemanusiaan yang lebih dalam.
Meskipun Kyiv membantah telah menargetkan warga sipil dalam serangan di Starobilsk dan mengklaim hanya menyasar unit militer Rusia, pihak Moskow tampaknya tetap pada pendiriannya untuk meluncurkan balasan yang mereka sebut sebagai tindakan proporsional. Kini, dunia menantikan apakah diplomasi masih memiliki ruang di tengah gemuruh mesin perang yang kian mendekat.