Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bareskrim Polri Usut Tuntas Penyebab Blackout Massal di Sumatera, Tim Labfor Sisir Lokasi Gangguan di Jambi

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 24 Mei 2026 14:37 WIB
Bareskrim Polri Usut Tuntas Penyebab Blackout Massal di Sumatera, Tim Labfor Sisir Lokasi Gangguan di Jambi

Kabarmalam.com — Gelap gulita yang menyelimuti sebagian besar wilayah Pulau Sumatera akibat lumpuhnya aliran listrik secara massal kini memasuki babak baru. Guna mengungkap tabir di balik peristiwa blackout tersebut, Bareskrim Polri bergerak cepat dengan menerjunkan tim khusus langsung ke titik pusat gangguan yang berada di Provinsi Jambi.

Langkah Tegas Bareskrim di Titik Nol Gangguan

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tidak ingin berspekulasi tanpa bukti kuat. Tim ini dikerahkan langsung menuju lokasi krusial, yakni titik putus sambungan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) 175-176 yang berlokasi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Muara Jambi.

Brigjen Mohammad Irhamni, Dirtipidter Bareskrim Polri, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan bertujuan untuk melakukan investigasi mendalam mengenai penyebab utama terganggunya sistem kelistrikan yang berdampak luas bagi jutaan pelanggan di Sumatera. Dalam operasi ini, Dittipidter tidak bekerja sendirian; mereka didampingi oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri serta tenaga ahli dari pihak PLN.

Baca Juga  Ketegasan Pertamina: Putus Hubungan Usaha Bagi Penyalur BBM dan LPG Subsidi yang Nakal

“Kami telah mengamankan barang bukti berupa potongan konduktor yang putus untuk diperiksa lebih lanjut di Puslabfor Bareskrim dan tim Litbang PLN. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara teknis mengapa komponen tersebut bisa mengalami kegagalan fungsi,” ujar Irhamni dalam keterangannya.

Dugaan Awal: Belum Ada Indikasi Sabotase

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengedepankan asas praduga dan fokus pada pemeriksaan teknis. Berdasarkan pantauan awal di lapangan, tim investigasi menyatakan belum menemukan adanya unsur kesengajaan atau sabotase oleh pihak-pihak tertentu yang menyebabkan putusnya konduktor tersebut. Meski demikian, penyidikan tetap dilakukan secara komprehensif untuk memastikan tidak ada celah keamanan yang terabaikan dalam insiden listrik padam berjam-jam ini.

Baca Juga  Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Pelecehan Seksual: Bantahan Keras dan Kronologi Lengkap dari Mesir

Dampak Meluas dan Permohonan Maaf PLN

Peristiwa padamnya listrik ini tercatat mulai terjadi sejak Jumat sore, yang melumpuhkan aktivitas warga di berbagai provinsi, mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, hingga mencapai Sumatera Utara dan Aceh. Dampak yang begitu masif ini memaksa jajaran direksi PT PLN (Persero) untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa indikasi awal gangguan ini dipicu oleh faktor alam atau cuaca ekstrem yang mengenai ruas transmisi 275 KV di wilayah antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai, Jambi.

Kronologi Teknis Lumpuhnya Transmisi Sumatera

Secara teknis, gangguan pada ruas transmisi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan beban yang sangat drastis pada jaringan interkoneksi Sumatera. Akibatnya, beberapa wilayah mengalami fenomena oversupply atau kelebihan pasokan secara tiba-tiba karena beban hilang dalam sekejap. Kondisi ini memicu lonjakan frekuensi dan tegangan yang memaksa mesin-mesin pembangkit keluar dari sistem demi keamanan (trip).

Baca Juga  Misi Berisiko Idemitsu Maru: Kapal Tanker Raksasa Jepang Berhasil Tembus Ketegangan Selat Hormuz

Di sisi lain, beberapa wilayah justru mengalami defisit daya yang parah. Penurunan frekuensi yang ekstrem membebani pembangkit lain yang masih bertahan, hingga akhirnya seluruh sistem mengalami kegagalan berantai. PLN saat ini terus berupaya melakukan pemulihan secara bertahap dan memastikan kestabilan tegangan kembali normal di seluruh gardu induk yang terdampak.

Investigasi gabungan antara Bareskrim dan PLN ini diharapkan dapat memberikan jawaban pasti dan menjadi bahan evaluasi agar infrastruktur energi nasional, khususnya di Sumatera, semakin tangguh menghadapi potensi gangguan di masa depan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul