Innalillahi, Jemaah Haji Asal Jakarta yang Sempat Hilang di Makkah Ditemukan Wafat
Sabtu, 23 Mei 2026 00:03 WIB
Kabarmalam.com — Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Muhammad Firdaus, seorang jemaah haji lansia asal Indonesia yang sebelumnya dilaporkan hilang di jantung Kota Makkah, akhirnya ditemukan. Namun, takdir berkata lain; jemaah yang tergabung dalam kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kepastian mengenai wafatnya Muhammad Firdaus dikonfirmasi setelah adanya koordinasi intensif antara tim pencarian di lapangan dengan otoritas keamanan Arab Saudi. Penemuan jenazah almarhum mengakhiri proses pencarian yang telah dilakukan selama beberapa waktu terakhir.
Duka Mendalam dari Tanah Suci
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah, Moh Hasan Afandi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepulangan almarhum. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap keluarga besar PPIH Arab Saudi turut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat serta ampunan-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Hasan pada Jumat (22/5/2026).
Pihak kementerian juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, pihak rumah sakit di Arab Saudi, serta seluruh petugas dan masyarakat yang bahu-membahu melakukan pencarian dan mendoakan keselamatan almarhum selama masa hilang.
Pemerintah Siapkan Badal Haji
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap jemaah haji Indonesia, pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa almarhum akan mendapatkan layanan badal haji. Prosedur ini dilakukan oleh petugas haji yang ditunjuk secara resmi agar kewajiban ibadah almarhum tetap terlaksana sesuai syariat.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan haji dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak ibadah bagi seluruh jemaah, terutama bagi mereka yang wafat sebelum sempat menyelesaikan rangkaian rukun haji secara mandiri.
Imbauan Kepedulian Terhadap Sesama Jemaah
Tragedi ini menjadi pengingat penting akan tantangan fisik di Tanah Suci, khususnya bagi kelompok rentan. Hasan mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ia menekankan pentingnya budaya saling menjaga, terutama terhadap jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
“Setiap dari kita harus lebih peka. Jika melihat jemaah yang berjalan sendirian, terlihat bingung, atau tampak kelelahan, jangan ragu untuk menyapa dan menanyakan kondisinya. Jika mereka terpisah dari rombongan, segera antarkan ke pos layanan atau petugas terdekat,” pesan Hasan secara tegas.
Kepedulian antarjemaah dinilai sebagai faktor krusial untuk meminimalisir risiko jemaah tersesat di tengah kepadatan kota Makkah. Jemaah pun diimbau untuk tidak ragu berkomunikasi dengan petugas haji Indonesia yang selalu siaga mendampingi, melayani, dan melindungi tamu-tamu Allah selama berada di tanah suci.