Ikuti Kami
kabarmalam.com

Dendam Karena Dibandingkan Orang Tua, 3 Siswi SMA di Musi Rawas Nekat Aniaya Rekan Sendiri

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 30 Apr 2026 22:34 WIB
Dendam Karena Dibandingkan Orang Tua, 3 Siswi SMA di Musi Rawas Nekat Aniaya Rekan Sendiri

Kabarmalam.com — Suasana pendidikan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mendadak gempar setelah sebuah insiden memprihatinkan terjadi di lingkungan sekolah. Seorang siswi SMA berinisial PC (15) terpaksa mengalami luka-luka setelah menjadi korban amukan tiga rekan sekolahnya sendiri. Mirisnya, penganiayaan ini bukan dipicu oleh perselisihan antar geng, melainkan akumulasi kekecewaan akibat pola asuh orang tua yang kerap membanding-bandingkan prestasi anak.

Tragedi di Ruang UKS: Kekerasan yang Terencana

Peristiwa kelam ini pecah pada Rabu (29/4) sekitar pukul 09.00 WIB, tepat di dalam ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Korban yang saat itu sedang berada di lokasi tiba-tiba dikepung oleh ketiga pelaku. Tanpa banyak bicara, aksi brutal pun tak terhindarkan; PC dilaporkan mendapat serangan fisik yang membabi buta, mulai dari pukulan, jambakan rambut, hingga cengkeraman keras yang mengakibatkan cedera di sekujur tubuhnya.

Baca Juga  Tensi Memanas di Makassar, Massa Ojol Kepung Penginapan Pria Terduga Pelaku Penganiayaan Rekannya

Kapolsek Muara Kelingi, Iptu M Nur Hendra, mengungkapkan bahwa ketegangan memuncak saat korban berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan tersebut akhirnya memancing kehadiran para guru yang langsung bergegas melerai pertikaian. “Setelah situasi terkendali, mereka langsung diamankan ke kantor sekolah untuk dimintai keterangan awal,” jelas Hendra dalam keterangan resminya terkait kasus kekerasan pelajar tersebut.

Motif di Balik Aksi: Tekanan Psikologis dari Orang Tua

Berdasarkan penyelidikan mendalam, terungkap fakta mengejutkan bahwa ketiga pelaku dan korban sebenarnya masih memiliki hubungan kekeluargaan. Namun, ikatan darah tersebut rupanya tidak cukup kuat membendung rasa iri yang telah lama terpendam. Usut punya usut, orang tua para pelaku dikabarkan sering menjadikan PC sebagai standar kesempurnaan dalam keluarga mereka.

Baca Juga  Skandal Napi Korupsi Mampir ke Coffee Shop, Menteri Imigrasi Ancam Copot Pejabat Rutan yang Lalai

“Ibu dari para pelaku ini kerap membandingkan anak-anak mereka dengan korban. PC dianggap memiliki paras yang lebih cantik dan kecerdasan akademik yang lebih menonjol. Hal inilah yang memicu ledakan emosi para pelaku karena merasa selalu dianggap kurang dibanding korban,” tambah Iptu M Nur Hendra. Fenomena ini menambah daftar panjang kasus bullying di sekolah yang berakar dari masalah internal keluarga.

Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Meski pihak sekolah sempat mencoba melakukan mediasi, keluarga PC tampaknya enggan berkompromi dengan tindakan anarkis tersebut. Pada hari yang sama, pihak keluarga didampingi korban langsung mendatangi Polsek Muara Kelingi untuk melaporkan insiden tersebut secara resmi. Saat ini, kepolisian telah mengarahkan korban untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh.

Baca Juga  Tragedi Maut di Basement Proyek Jagakarsa: 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun dalam Tangki

“Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka sedang menunggu hasil visum dan rontgen keluar. Jika pihak pelaku tetap tidak menunjukkan itikad baik atau penyesalan mendalam, kasus penganiayaan ini akan terus dilanjutkan ke meja hijau demi memberikan efek jera,” pungkas Kapolsek. Kejadian di Musi Rawas ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua untuk lebih bijak dalam mendidik tanpa harus menjatuhkan mental anak dengan perbandingan yang tidak sehat.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul