Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ketegangan di Laut Mediterania: Israel Deportasi Ratusan Aktivis Armada Bantuan Gaza ke Yunani

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 01 Mei 2026 02:04 WIB
Ketegangan di Laut Mediterania: Israel Deportasi Ratusan Aktivis Armada Bantuan Gaza ke Yunani

Kabarmalam.com — Drama pencegatan di perairan internasional kembali memicu gelombang protes global. Pemerintah Israel dilaporkan akan segera memindahkan puluhan aktivis dari armada bantuan kemanusiaan yang sedianya menuju Gaza ke wilayah Yunani. Langkah ini diambil setelah militer Israel menghentikan laju kapal-kapal tersebut di lepas pantai Kreta dalam sebuah operasi yang memicu kecaman keras dari berbagai negara Eropa.

Pencegatan di Tengah Laut dan Deportasi ke Yunani

Berdasarkan laporan terbaru, Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan bahwa sekitar 175 aktivis yang berasal dari lebih dari 20 kapal kini tengah dalam proses pemindahan. Mereka tidak dibawa ke pelabuhan Israel, melainkan diarahkan menuju daratan Yunani untuk diturunkan di sana. Operasi ini menargetkan armada aktivis pro-Palestina yang berupaya menembus blokade Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca Juga  Horor di Lebanon: Serangan Udara Israel Picu Kolaps Massal, Ratusan Warga Sipil Jadi Korban

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, melalui akun resminya mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan pemerintah Yunani telah terjalin. Saar menyampaikan apresiasinya kepada Athena yang bersedia menerima para peserta armada tersebut setelah dipindahkan dari kapal-kapal mereka ke kapal milik Israel.

Klaim ‘Penculikan’ dan Kesaksian dari Lapangan

Di sisi lain, pihak penyelenggara armada memberikan data yang berbeda. Mereka menyebutkan ada sekitar 211 orang yang ditahan, termasuk tokoh penting seperti Raphaelle Primet, seorang anggota dewan kota Paris. Perwakilan dari Global Sumud Prancis, Helene Coron, mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah konferensi pers daring. Menurutnya, pencegatan ini terjadi di lokasi yang sangat jauh dari garis pantai Gaza, sebuah titik koordinat yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pencegatan armada bantuan.

Baca Juga  Lawan Premanisme di Tanah Abang, Kenneth DPRD DKI Desak Penerapan Parkir Cashless untuk Berantas Pungli

Sentimen kemarahan juga datang dari dalam kapal. Yasmine Scola, salah satu aktivis kemanusiaan yang berada di lokasi, menggunakan istilah yang cukup keras dengan menyebut bahwa rekan-rekannya telah “diculik” oleh otoritas Israel di tengah laut lepas.

Reaksi Keras dan Keprihatinan Diplomatik dari Eropa

Insiden ini tidak hanya menjadi isu kemanusiaan, tetapi juga berkembang menjadi krisis diplomatik. Roma dan Berlin mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan situasi ini. Spanyol bahkan bertindak lebih jauh dengan mengecam penyitaan kapal dan memanggil kuasa usaha Israel di Madrid untuk memberikan penjelasan resmi.

Prancis pun turut angkat bicara setelah mengonfirmasi bahwa setidaknya 15 warga negaranya termasuk dalam daftar mereka yang ditahan. Sementara itu, Italia mendesak pembebasan segera bagi 24 warganya yang dianggap ditahan secara ilegal oleh pihak Israel. Krisis ini menambah panjang daftar ketegangan antara Israel dan komunitas internasional terkait akses bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong Gaza yang masih terisolasi.

Baca Juga  Dubes Arab Saudi Pastikan Keamanan Terjamin, Jadwal Haji 2026 Tetap On Schedule
Tentang Penulis
Husnul
Husnul