Ikuti Kami
kabarmalam.com

Donald Trump Semprot Kanselir Jerman: Fokus Urus Rusia, Berhenti Campuri Urusan Iran!

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 01 Mei 2026 00:03 WIB
Donald Trump Semprot Kanselir Jerman: Fokus Urus Rusia, Berhenti Campuri Urusan Iran!

Kabarmalam.com — Panggung diplomasi internasional kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan teguran keras yang ditujukan langsung kepada Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Dalam pernyataan terbarunya, Trump memperingatkan pemimpin Jerman tersebut agar tidak terlalu jauh mencampuri urusan konflik Timur Tengah, khususnya terkait ketegangan antara Washington dan Teheran.

Kritik Tajam Lewat Media Sosial

Melalui platform media sosial miliknya, Trump mengekspresikan kekesalannya terhadap langkah diplomatik Merz. Ia menilai sang Kanselir seharusnya lebih memprioritaskan penyelesaian krisis yang terjadi lebih dekat dengan wilayahnya sendiri, yakni perang Rusia-Ukraina, ketimbang sibuk mengomentari kebijakan luar negeri AS di Iran.

“Kanselir Jerman seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengakhiri perang dengan Rusia dan Ukraina—di mana selama ini dia sama sekali tidak efektif!—serta memperbaiki negaranya yang sedang terpuruk, terutama menyangkut krisis imigrasi dan masalah energi,” tulis Donald Trump dengan nada tajam.

Baca Juga  Nasib Kuba di Ujung Tanduk? Trump Sebut Tak Bisa Hidup Tanpa Minyak Venezuela

Sentilan Soal Keamanan Global dan Nuklir Iran

Bagi Trump, intervensi Jerman dalam isu Iran dianggap kontraproduktif. Ia menegaskan bahwa langkah AS di kawasan tersebut bertujuan untuk melenyapkan ancaman nuklir Iran, sebuah misi yang menurutnya justru akan membuat dunia, termasuk Jerman sendiri, menjadi tempat yang lebih aman. Ia mendesak Merz untuk tidak lagi membuang waktu mencampuri pihak-pihak yang sedang berupaya mengamankan stabilitas global.

Ketegangan ini bukan tanpa alasan. Kabarnya, kemarahan Trump tersulut oleh pernyataan Merz beberapa hari sebelumnya yang menyebut bahwa Teheran berhasil ‘mempermalukan’ Washington dalam meja negosiasi. Pernyataan tersebut dianggap Trump sebagai penghinaan terhadap wibawa Amerika Serikat di mata internasional.

Baca Juga  Misi Bersejarah Berakhir: Kapal Induk USS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah Setelah Pecahkan Rekor Pengerahan Terlama

Ancaman Penarikan Pasukan AS

Perselisihan ini muncul hanya sehari setelah Trump memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan penarikan ribuan tentara Amerika yang saat ini ditempatkan di Jerman. Isu mengenai pemangkasan kehadiran militer AS ini memang telah lama menjadi alat tawar Trump untuk menekan sekutu-sekutunya di Eropa agar lebih berkontribusi dalam beban pertahanan kolektif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kanselir Jerman belum memberikan respons resmi terkait serangan verbal terbaru dari Gedung Putih ini. Namun, dinamika hubungan antara kedua negara besar ini diprediksi akan semakin pelik, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian memanas.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul