Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Maut di SDN Sukaratu 5: Kepala Dinas di Banten Diperiksa Intensif Usai Tabrak Kerumunan Siswa

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB
Tragedi Maut di SDN Sukaratu 5: Kepala Dinas di Banten Diperiksa Intensif Usai Tabrak Kerumunan Siswa

Kabarmalam.com — Sebuah insiden memilukan mengguncang ketenangan di lingkungan SDN Sukaratu 5, Pandeglang. Ahmad Mursidi, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. Hal ini menyusul peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang siswa dan melukai sejumlah orang lainnya pada Kamis (30/4/2026).

Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, mengonfirmasi bahwa saat ini penyidik masih terus menggali keterangan dari pengemudi Toyota Innova bernomor polisi A-1633-BF tersebut. “Pengemudi masih kita mintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang,” ungkapnya dalam keterangannya kepada awak media. Meski mengakibatkan korban jiwa, status Ahmad Mursidi hingga saat ini masih sebagai saksi sembari polisi mengumpulkan bukti-bukti penguat untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam penanganan kasus kecelakaan ini.

Baca Juga  Tragedi Maut di Zimbabwe: Minibus Hangus Terbakar, 18 Penumpang Tewas Mengenaskan

Detik-Detik Mencekam di Waktu Istirahat Sekolah

Tragedi ini pecah sekitar pukul 09.30 WIB, tepat ketika para siswa sedang menikmati waktu istirahat mereka. Menurut kesaksian Rika, salah seorang guru di sekolah tersebut, kecelakaan maut itu terjadi begitu cepat dan tak terduga. Mobil yang dikemudikan oleh sang pejabat tiba-tiba hilang kendali, menghantam seorang sales sebelum akhirnya menyeruduk kerumunan anak-anak yang tengah asyik jajan di area depan sekolah.

“Anak-anak lagi jajan. Menurut keterangan saksi di lokasi, ada mobil dari arah depan menabrak sales dulu, lalu menghantam anak-anak. Pemandangannya sangat memilukan, ada siswa yang sampai masuk ke kolong mobil dengan kondisi bersimbah darah dan kritis,” kenang Rika dengan nada getir menggambarkan suasana mencekam saat itu.

Baca Juga  Dubes Arab Saudi Pastikan Keamanan Terjamin, Jadwal Haji 2026 Tetap On Schedule

Kondisi Pengemudi: Menyetir dalam Keadaan Sakit?

Fakta mengejutkan terungkap di balik kemudi mobil hitam tersebut. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Ahmad Mursidi didapati tengah dalam kondisi medis yang kurang stabil saat berkendara. Rika menyebutkan bahwa sang Kepala Dinas terlihat masih mengenakan alat bantu berupa selang oksigen di tubuhnya. Diduga kuat, ia tetap memaksakan diri menyetir meski sedang menderita penyakit diabetes kronis.

Pihak kepolisian dari Polres Pandeglang telah mengamankan kendaraan pribadi milik pejabat tersebut sebagai barang bukti utama. Kepolisian menegaskan bahwa mereka akan bersikap objektif dan profesional dalam menangani kasus yang melibatkan sembilan orang korban ini. Dari total korban tersebut, satu siswa malang dinyatakan meninggal dunia di tempat, sementara delapan orang lainnya—yang terdiri dari siswa, pedagang, dan sales—mengalami luka-luka serius dan memerlukan perawatan medis intensif.

Baca Juga  PSI Dukung KPK Batasi Jabatan Ketum Parpol: Upaya Memutus Rantai 'Kerajaan' dan Kultus Individu

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menantikan transparansi dari proses penyelidikan polisi. Pertanyaan besar mengenai kelayakan seseorang dengan kondisi medis yang memerlukan alat bantu oksigen untuk mengemudikan kendaraan di area publik kini menjadi sorotan tajam dan bahan diskusi di kalangan masyarakat Banten.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul