Ketegangan Meningkat, Jerman Tanggapi Dingin Ancaman Donald Trump Soal Penarikan Pasukan AS
Jumat, 01 Mei 2026 01:05 WIB
Kabarmalam.com — Hubungan diplomatik antara Berlin dan Washington kembali memanas setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman untuk memangkas jumlah personel militer AS yang ditempatkan di tanah Jerman. Meski demikian, pemerintah Jerman tampak tidak ambil pusing dan menunjukkan sikap tenang dalam menghadapi gertakan tersebut.
Akar Perselisihan: Kritik Merz dan Amarah Trump
Ketegangan ini bermula dari pernyataan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang dinilai menyulut emosi Trump. Merz sebelumnya menyebut bahwa posisi Washington dalam negosiasi dengan Iran cenderung memalukan. Kritik tajam ini segera dibalas oleh Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social. Trump menuding Merz tidak memahami kompleksitas politik luar negeri dan bahkan menuduh sang Kanselir mendukung kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
Sebagai bentuk pembalasan, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk merelokasi sebagian dari puluhan ribu pasukannya dari Jerman. Namun, alih-alih panik, Berlin justru merespons dengan kepala dingin, menegaskan bahwa kemitraan transatlantik jauh lebih besar daripada sekadar retorika individu.
Respons Profesional Diplomat Jerman
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Maroko, menyatakan bahwa pihaknya telah siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk pengurangan pasukan AS. Wadephul menekankan bahwa Jerman selalu mengedepankan semangat saling percaya di dalam kerangka NATO.
“Kami siap untuk itu. Kami sedang mendiskusikannya secara mendalam dan dalam semangat kepercayaan di seluruh badan NATO. Kami menunggu keputusan resmi dari pihak Amerika,” ujar Wadephul dengan nada santai. Ia juga menambahkan bahwa wacana pengurangan pasukan ini sebenarnya bukanlah hal baru dan sudah pernah diangkat oleh presiden-presiden AS sebelumnya.
Kepentingan Strategis yang Tak Tergantikan
Walaupun Jerman menyatakan kesiapannya, Wadephul menggarisbawahi bahwa keberadaan pangkalan militer besar AS di Jerman, seperti Pangkalan Udara Ramstein, memiliki nilai strategis yang tak terbantahkan bagi kedua belah pihak. Menurutnya, pangkalan tersebut memiliki fungsi yang “tak tergantikan” bagi kepentingan operasional militer Amerika Serikat di kancah global maupun bagi pertahanan kolektif Eropa.
Di sisi lain, Kanselir Friedrich Merz menegaskan bahwa orientasi kebijakan Jerman akan tetap setia pada kemitraan transatlantik yang dapat diandalkan. Jerman berkomitmen untuk melakukan pembagian beban yang adil (burden sharing) dalam urusan pertahanan, namun tetap dengan dasar saling menghormati sebagai sesama sekutu berdaulat.
Hingga saat ini, Berlin tetap menjalin kontak erat dengan mitra-mitra mereka di Washington untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil nantinya akan dibahas secara matang dan tidak mencederai stabilitas keamanan di kawasan Eropa.